Belajar Hipnosis Kilat; 1 Hari Dijamin Bisa!

Slide4

Hipnosis adalah sebuah skill. Skill yang bisa dipelajari dan dikuasai. Pelatihan ini dirancang oleh siapa pun yang ingin belajar dan sebagai langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan skill sehingga bisa melakukan hipnosis secara elegan dan berhasil tanpa gagal. Entah nantinya Anda manfaatkan untuk parenting, komunikasi, hiburan, pemberdayaan diri, membantu orang, menjadi Hipnoterapis dan berkarir secara  Professional sebagai Trainer atau tidak. Berbagai prinsip dan teknik di Pelatihan nanti bisa memberi Anda tambahan sumber daya untuk membantu Anda membangun pondasi yang kuat sebelum belajar menyelami lebih jauh keilmuan ini.

Pelatihan tanggal 21 Februari 2016 di Palembang nanti sengaja dirancang untuk memberi kemudahan bagi siapa pun yang ingin mendalami hipnosis dengan mudah dengan tidak meninggalkan aspek esensi keilmuan dari hipnotisme.

Berbicara soal hipnosis sangatlah luas dan bukan hanya untuk terapi belaka. Karena sejatinya hipnosis adalah seni komunikasi yang efektif maka bisa dimanfaatkan dalam berbagai bidang sehingga membantu memudahkan pekerjaan sehari-hari Anda.

Yang akan diajarkan selama 1 hari adalah :

  • A-Z about Hypnotism
  • Rahasia Trance Hypnosis
  • Teknik hipnosis simple dan sederhana tapi memiliki efek yang luar biasa
  • Cara dahsyat hipnosis selalu berhasil

Investasi hanya Rp. 1.250.000 untuk mengikuti pelatihan dahsyat ini.

Special Price Rp. 1.000.000 sebelum 17 Februari 2016, silakan hubungi admin ticketing kami

Pendaftaraan silahkan hubungi 082384912456 / 085244858898 / email : hujairinvivo@gmail.com

atau isi form di bawah ini

 

 

Berbahasa Bocah Kepada Anak

Anda mempunyai seorang anak yang baru berusia 1-3 tahun? Pasti anak-anak itu sedang lucu-lucunya lucu, terutama saat mereka sedang belajar berbicara. Mulai usia 6 bulan tampak anak sudah mulai ‘babbling’ dan berbicara sesuai dengan apa yang didengarnya dari lingkungan sekitar, tentunya apa yang didengar adalah menurut pemahamannya.

Ketidakmampuan mereka mengucapkan kata secara benar seringkali terlihat sangat lucu, misalnya suster jadi ncus, takut menjadi atut. Memang sangat lucu sehingga tanpa sadar, orang tua maupun pengasuh anak bahkan orang yang ada di sekelilingnya seringkali menirukan bahasa yang dibuat oleh anak. Hal ini tentulah memperkuat kemampuan berbahasa anak sehingga anak akan berpikir bahwa bahasa yang dihasilkan adalah bahasa yang benar karena lingkungan sekitarnyapun memiliki bahasa yang sama dengan mereka.

Banyak orang tua yang datang karena anaknya belum dapat berbicara pada usia 3 tahun, ada pula anak yang bahasanya sangat tidak jelas pada usia 2.5 tahun. Hal ini sangat memprihatinkan, sehingga ketika orang tua membawanya kepada para ahli, pastilah diminta untuk menjalani treatment berupa terapi wicara, padahal yang terjadi sesungguhnya adalah kurangnya stimulasi yang didapat oleh anak atau lingkungan yang membuat seorang anak tidak dapat berbicara dengan jelas.

Lucu memang kelihatannya seorang bocah yang cadel mengucapkan kata-kata, namun apakah terpikir bahwa anak tersebut akan mengalami kesulitan dalam mengucapkan huruf R hanya karena banyak orang tua yang senang ikut-ikutan berbicara dalam bahasa si anak.

“ncus, iu agus ya eta api na,” kata si kecil menyatakan keinginannya melihat kereta api. Karena si kereta belum juga lewat, maka si ibu menjawab, “Eta api um ewa, unggu ya.” Ini hanyalah salah satu contoh komunikasi dalam bahasa si anak. Tidak dapat dipungkiri, tidak sedikit yang melakukan hal seperti ini.

Dalam percakapan lain,seorang anak merengek ingin ikut ibunya pergi, lalu dia berkata “ai au itut ma gi”, lalu si ibu kembali menanggapi anak dengan mengatakan ‘ai ia oleh itut ma,ai beyi bayon jay a?”.

Betulkah percakapan seperti itu ? Betul tapi bukan BENAR. Kebenaran yang mutlak adalah anak perlu diajarkan pola berkomunikasi yang benar dan tepat bukan benar berdasarkan kemampuan yang dapat diraih anak tetapi benar menurut pola komunikasi orang dewasa. Hal ini akan membuat anak lama kelamaan mengikuti pola komunikasi yang sebenarbenarnya, sehingga ia akan mengkoreksi sendiri kekeliruan yang dibuatnya. Begitupula ketika mendongeng, pengasuh atau orang tua boleh berbicara dalam bahasa boneka tetapi secara jelas (tidak cadel). Anak-anak yang kurang stimulasi dari lingkungan, jarang diajak berkomunikasi ataupun anak yang mengalami kebingungan komunikasi karena tidak mengetahui bahasa yangbenar, akan mengalami kesulitan dalam berbicara atau bahkan keterlambatan dalam mengucapkan huruf-huruf tertentu. Jika pola seperti ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin anak akan mengalami gangguan bicara atau disfasia.

Oleh karena itu perlu memahami tingkat perkembangan bahasa anak dan berilah stimulasi sejak dini, sejak dalam kandungan, sejak ia dilahirkan, karena ketika seorang anak sudah mampu menerima informasi dari panca inderanya, maka iapun mulai dapat menyerap informasi apapun yang ada di sekitarnya dengan sangat cepat.

sumber : http://bunda-lucy.com/berbahasa-bocah-pada-anak/