Program Belajar Hipnosis Komprehensif

Ini adalah solusi bagi anda yang menginginkan mempelajari keilmuan hipnosis untuk pemberdayaan diri secara komprehensif dan lengkap. Anda boleh saja memilih untuk mempelajari salah satu workshop dari keseluruhan program yang kami tawarkan, sebab itu juga akan membawa manfaat positif bagi anda. Tetapi jika anda bersedia Baca lebih lanjut

Mengenali Diri Sejati, Melatih Kecerdasan Spiritual

Bayangkan ketika anda berada pada dialog ini :

X             : Tanya

Y              : Jawab

X             : “Siapa kamu?”

Y              “ Aku Y..”

X             : “ Y itukan namamu, bukan kamu..kamu siapa?” Baca lebih lanjut

2 Hari Pelatihan Hypnotherapy Jakarta; 29 – 30 Agustus 2015

  • Jika anda orang yang gemar mencari amal kebaikan, mencari pahala atau menjadi manusia yang berguna bagi sesama anda, maka dengan menguasai keterampilan hipnoterapi anda semakin banyak peluang untuk membantu sesama. Bayangkan dengan keterampilan ini orang-orang yang bergelut dengan masalah dapat keluar dari kondisi masalahnya dan bahkan dapat berbahagia kembali. Suatu kepuasan tersendiri jika orang-orang yang anda bantu menunjukkan perubahan yang berrati bagi hidupnya. Itulah keuntungan yang pertama.
  • Yang kedua, jika anda ingin menggeluti bisnis terapi dan kebetulan anda menyukai bidang psikoterapi, pemberdayaan diri, training, atau apapun yang berbau motivasi, maka inilah pondasi bagi keinginan anda tersebut. Karena hipnoterapi adalah sebuah seni, anda berhak menghargai ‘karya seni’ anda dengan harga yang pantas bagi diri anda sendiri. Baik anda sebagai seorang freelance maupun menjadikan hipnoterapis ini sebagai pekerjaan utama, penghasilan dari menjual jasa hipnoterapi sangatlah menjanjikan.

Baca lebih lanjut

Pelatihan Resmi Neo NLP Practitioner Workshop Bertaraf Nasional

Pelatihan NLP Practitioner merupakan pelatihan yang memberikan pencerahan dan pelatihan kepada peserta bagaimana cara otak bekerja, bagaimana emosi itu muncul, serta bagaimana sikap dan perilaku itu dibentuk. Pelatihan NLP Practitioner memberikan percepatan kepada peserta untuk menuju ekselensi, membuat peserta mampu meningkatkan potensinya, melesatkan kemampuan komunikasinya baik itu untuk keperluan umum, bisnis, penjualan, kehidupan pribadi, dan lain sebagainya.

Setelah mengikuti pelatihan Pelatihan NLP Practitioner ini peserta akan menguasai teknik untuk selalu berada di kondisi emosi terbaik, memahami formula pencapaian sukses yang dapat diimplementasikan, menguasai rahasia komunikasi yang dapat menggerakkan orang lain untuk menuju ke arah yang anda inginkan, memahami peta mental untuk mengatasi berbagai kasus psikis, menguasai strategi untuk memunculkan ekselensi di berbagai bidang.

Siapakah yang harus Belajar NLP ?

  • Jika anda adalah ujung tombak tenaga penjualan, atau bidang-bidang pelayanan garis depan lainnya, maka NLP akan meningkatkan kemampuan anda dalam komunikasi dan negoasiasi.
  • Jika anda seorang tokoh masyarakat atau politisi, maka NLP akan membantu anda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik anda sehingga pesan-pesan anda menjadi relatif mudah diterima oleh audience anda.
  • Jika anda adalah seorang Trainer atau Pembicara profesional, maka NLP akan membantu anda untuk menyusun struktur pembelajaran yang efektif, serta struktur komunikasi yang benar-benar dapat menembus pikiran terdalam para Trainee maupun Audience anda.
  • Jika anda seorang profesional dan banyak menangani aspek manajerial, maka NLP akan sangat membantu anda untuk membangun kerjasama kelompok dan membuat anda menjadi efektif dalam mendelegasikan tugas.
    Jika anda seorang profesional di bidang kesehatan mental, seorang konselor, atau seorang terapis pikiran bawah sadar, maka NLP menyediakan berbagai peluang dan ide-ide baru untuk menciptakan perubahan yang relatif cepat dan efisien.
  • Jika anda seorang pendidik, maka NLP akan membantu anda untuk memahami berbagai teknik komunikasi dan pola-pola pembelajaran manusia, sehingga sangat efektif diimplementasikan dalam dunia pendidikan.
    Jika anda adalah seorang atlit, atau pekerja seni, atau bidang-bidang lain yang membutuhkan kebugaran mental yang sangat prima, maka NLP memiliki berbagai teknik praktis untuk keperluan ini.
  • Dan tentunya bagi siapapun yang ingin meningkatkan kualitas hidup, maka NLP akan memberikan wacana baru serta berbagai metode yang benar-benar siap untuk dipergunakan.

Silakan baca artikel ini untuk menambah keingintahuan anda http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/22/manfaat-belajar-nlp-bagi-ibu-rumah-tangga-626400.html

Waktu & Tempat :

Sabtu-Minggu, 14 – 15 Mei 2016
Pukul 08:00 – 17:00
Tempat : silakan hubungi langsung 085244858898 untuk mendapatkan informasi tempat

Investasi & Cara Pembayaran :

Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)

Berlaku Early Bird Discount Rp. 500.000 khusus untuk 10 orang pendaftar pertama yang membayar uang muka (Down Payment) paling lambat 30 April 2015 Uang Muka sebesar Rp. 400.000,- dapat dibayarkan melalui transfer Bank ke :

BCA cabang Sudirman
No Rek : 8555028691 atas nama Muhammad Hujairin
Konfirmasi : 085244858898

Pelunasan dapat dibayarkan pada hari H sebelum acara berlangsung di lokasi pelatihan secara tunai

Fasilitas Peserta :

Training Manual
2 sertifikat: Sertifikat dari NHC dan dari Neo NLP Society.
Lunch dan 2x Coffee Break
Koleksi Puluhan E-book NLP
Koleksi Video-Clip tentang NLP

Silabus Worskhop Official From Neo NLP Society:

NLP Philosophy : Four Pillars of NLP, Presuppositions
Self-Empowerment Mastery : Sub- modality : Sensory Acuity, Re-Map, Map Across, Sub-modality Driver, Timeline, Well-Formed Outcome, Neuro-Logical Level (Beliefs & Values)
Excellence Skill of Communication : Building Rapport, Matching & Mirroring, Calibration, Verbal & Non Verbal Pacing – Leading, Representational System, Meta Model, Milton Model, Frame, Meta Program, Nested Loops, Chunking (Chunk-Up, Chunk-Down, Chunk Across), Analogue Marking, Reframing
Various Technique : Eye Accessing Cues for Strategic Modelling, Six Steps of Reframing, Fast Phobia Cure, Belief Change, Swish Patterns, Circle of Excellence, Perceptual Perception, Etc.

INSTRUKTUR :

Muhammad Hujairin

  1. Certified Hypnotist from Indonesia Board Hypnoherapy
  2. Certified Hypnotherapist from Indonesia Board Hypnotherapy
  3. Certified Insructur Hypnoherapy From IBH
  4. Certified Practitioner Neo NLP from Neo NLP Society
  5. Certified Master Practitioner From Neo NLP Society
  6. Certified Trainer Neo NLP Society
  7. Certified Master Trainer from Neo NLP Society
  8. Certified Ericksonian Hypnotherapist from Greatness Institute
  9. Family Therapist dari Institut Psikologi Indonesia
  10. Silva Mind Practitioner form Silva Mind International

INFORMASI DAN REGISTRASI :
Untuk dapat menghubunginya dapat melalui :

Telephon : 081344048315 / 08827420079

Pin BB : 2B1A7186
Email : muhammadhujairin@ymail.com atau admin@nusantarahypnosis.com

Cara Merancang Script Sugesti Post Hypnotic

Sebagai seorang praktisi hipnoterapi (bukan stage hypnosis) anda tentu paham bahwa sugesti-sugesti yang dilontarkan selain mengikuti seni atau kaidah semantik tertentu, juga bukan sembarang disusun begitu saja melainkan ditata berdasarkan cara kerja filter mental klien. Dan tentu saja jika dilihat dari sudut pandang ini, script sugesti pada seorang klien sangat personal dan belum tentu sesuai jika diterapkan pada klien yang lain. Mengapa demikian? Sebab, ketika script sugesti dirancang, hipnoterapis harus terlebih dahulu menggali 3 hal berikut :

  1. Belief system klien
  2. Value klien terkait dengan masalah dan outcome yang ingin dicapai
  3. Primary System (modalitas dominan) klien

Bagaimana cara terapis menggali 3 hal di atas? Bisa dilakukan melalui intake interview dan melalui pengamatan langsung terapis. Oleh sebab itu, terapis harus memiliki kepekaan inderawi (sensory aqcuity) yang terlatih. Untuk melatihnya maka terapis harus terlebih dahulu mempelajari dan menguasai NLP.

Dari 3 hal tersebut, maka terapis sudah mulai merancang script sugesti yang memiliki muatan sebagai berikut :

Belief : adalah segala sesuatu yang diyakini klien sebagai suatu kebenaran yang mana keyakinan ini harus mendukung tercapainya tujuan dan sifatnya personal (berasal dari klien sendiri).

Cara menggalinya adalah dengan pertanyaan :

“mengapa ini penting bagi anda?”

“mengapa hal tersebut harus anda miliki?”

atau dapat juga dengan pertanyaan :

“bagaimana cara anda memandang hal ini”

Value : adalah nilai atau makna yang didapat dari belief tersebut. Semakin kuat intensitas emosi yang tergantung dalam value tersebut, maka semakin kuatlah dorongan / motivasi untuk mencapai tujuan yang dimiliki. Value ini pun harus berasal dari klien sehingga sugesti yang ditanamkan akan bersifat permanen dan ekologis.

Cara mengelisitasi value adalah dengan pertanyaan

Apa artinya ini (belief) bagi anda?”

Apa yang anda dapatkan dari keyakinan tersebut?

Behavior. Yaitu perilaku yang diharapkan. Dalam menyampaikan perilaku tersebut sesuaikan dengan konteks yang diharapkan klien, misal percaya diri ketika berbicara di depan kelas atau ketika melakukan presentasi di hadapan atasan. Percaya diri adalah outcome yang ditentukan klien. Maka percaya diri menjadi behavior yang hendak kita tanamkan pada diri klien. Agar lebih mudah diterima dan masuk akal bagi klien, maka ketika dihadapkan dengan konteks, maka perjelas dengan menceritakan gambaran konteks. Yang mana gambaran tersebut memuat unsur-unsur modalitas V-A-K dan mengutamakan primary system (modalitas dominan dari diri klien).

Lalu ciptakan Rule. Formulasi rule adalah “ketika anda berada pada ……(konteks), maka anda lakukan dengan …… (behavior)

Agar lebih jelas perhatikan contoh di bawah ini. Kita asumsikan primary system klien Visual – Kinestetik.

Terapis telah melakukan intake interview dan telah terjalin kesesuaian dengan klien. Terapis memiliki kecakapan bertanya kurang lebih seperti dialog di bawah ini :

Terapis : “dengan bertemu saya disini, lalu apa yang anda inginkan atau anda harapkan untuk terjadi pada diri anda?”

Klien : “saya ingin percaya diri pak?”

Terapis : “bisa anda gambarkan seperti apa diri anda yang telah percaya diri?”

Klien : “saya bisa bicara dengan perasaan tenang dan lugas di hadapan atasan saya, saya terlihat begitu semangat dan menyenangkan untuk diperhatikan oleh siapapun yang mendengarkan presentasi saya”

Terapis : “selain itu, apa lagi?”

Klien : ‘saya tidak lagi keluar keringat dingin atau pun gemetaran.. semua tampak beres”

Terapis :”lalu apa lagi?”

Klien : “hanya itu pak..”

Terapis : “apakah anda pernah punya pengalaman percaya diri?”

Klien : (berpikir sejenak) “ada pak, ketika saya masih SMP pernah disuruh tampil baca puisi dan saya bisa melakukannya dengan rasa percaya diri”

Terapis : “apakah ada lagi pengalaman lebih baik daripada itu?”

Klien : “tidak ada lagi pak”

Terapis : “bisa anda gambarkan seperti apa diri anda ketika tampil baca puisi dan bisa melakukannya dengan rasa percaya diri itu?”

Klien :”saya terlihat tenang, sorot mata saya bersemangat, tubuh saya tegak, tegap dan semuanya memperhatikan apa yang saya tampilkan di panggung itu”

Terapis : “apa yang anda rasakan ketika itu terjadi?”

Klien : “penuh semangat dan tenang pak!”

Terapis :”menurut anda, mengapa percaya diri itu penting”

Klien : “sebab dengan percaya diri lah ucapan kita lebih diperhatikan oleh orang lain” (klien mengutarakan belief)

Terapis :”bagus, lalu apa lagi?”

Klien : “penting bagi semua orang untuk percaya diri jika ingin maju dalam karirnya”

terapis : “lalu apa lagi?”

Klien :”saya rasa hanya itu pak”

Terapis : “lalu apa artinya bagi anda?”

Klien : “dengan kepercayaan diri yang maksimal maka memudahkan saya untuk terus maju dalam karir saya pak” (value)

Terapis :”kira-kira menurut anda, modal apa yang sudah anda miliki untuk bisa mencapai perubahan yang anda inginkan?”

Klien : “hmmm.. saya berpendidikan.. “

Terapis : “menurut anda mengapa atau bagaimana pendidikan dapat membantu anda percaya diri?”

Klien : “semakin tinggi pendidikan ya semakin cerdas dalam menghadapi situasi kan pak?” (belief pendukung)

Terapi :”bagus..kira-kira apa lagi?”

Klien : “penampilan saya nggak jelek-jelek amat..”

Terapis : “benar..menurut anda bahasa lain yang lebih positif untuk menggambarkan nggak jelek-jelek amat?”

Klien :”lumayan menarik pak”

Terapis : “baik”

(pada terapi sesungguhnya terapis harus menggali sebanyak mungkin belief pendukung belief outcome, karena ini contoh maka saya batasi).

Terapis kemudian melanjutkan dengan terapi yang tepat bagi klien. Jika dicurigai ada trauma dari masa kecil, maka dapat lakukan teknik Informed Child Technique kemudian Forgiveness Therapy dan Emotional Release. Lalu sebelum TOTE Model, terapis membacakan script sugesti post hypnotic yang telah dirancangnya berdasar informasi yang didapat. Script tersebut setidaknya sebagai berikut :

“Dengarkan sugesti dari saya…. (jeda) …. Anda memilih untuk percaya diri….. (jeda), Anda percaya diri ketika berbicara di depan orang banyak… (jeda) dan …(jeda)…ketika melakukan presentasi di hadapan atasan anda… (jeda)… Anda memutuskan untuk percaya diri…(jeda).. sebab…(jeda).. dengan percaya diri lah ucapan Anda lebih diperhatikan oleh orang lain…(jeda) ..yaitu atasan anda…(jeda) atau siapa saja khalayak umum yang mendengarkan anda…(jeda)… Dengan rasa percaya diri seperti itu…(jeda) membuat anda menjadi mudah menggapai kemajuan demi kemajuan dalam karir anda…(jeda) … anda memutuskan untuk lebih percaya diri mulai saat ini dan seterusnya,..(jeda).. apalagi dengan kecerdasan anda..(jeda)…yang mana anda telah meraih level pendidikan yang memadai untuk itu..(jeda)…penampilan anda pun lumayan menarik..(jeda)

Anda perhatikan bagaimana mereka…(jeda) orang-orang yang mendengarkan anda…(jeda) atasan-atasan anda…(jeda) yang terpukau …(jeda) juga terkesan dengan apa yang anda sampaikan…(jeda) bisa anda bayangkan bagaimana anda ketika itu terjadi…(jeda)..anda terlihat begitu tenang…. dan anda merasa tenang ketika menatap wajah mereka…bahkan mata mereka satu persatu…(jeda) dan anda tetap merasa tenang…karena demikianlah adanya… anda tenang… berbicara lugas.. dan anda sendiri pun takjub…(jeda) kemana larinya si keringat dingin yang biasanya hadir ketika anda melakukan presentasi? …(jeda) oh,…mereka telah pergi… diganti dengan bicara lugas… tenang…(jeda) dan kharismatik…

Maka…mulai sekarang dan selanjutnya, ketika berbicara di depan orang banyak atau ketika melakukan presentasi di hadapan atasan anda, anda melakukannya dengan rasa percaya diri.. (rule) dan…dengan mendengarkan sugesti saya ini, ketika anda membuka mata nanti, anda ijinkan semuanya terjadi… bagusnya lagi…(jeda) anda tak perlu bersusah payah…hanya ijinkan ini terjadi.. dan amati..bahkan catat setiap kemajuan sekecil apapun yang anda raih.. apakah anda bersedia (setuju)? …(jeda) Jika bersedia (setuju) silakan anggukkan kepala?

Karena demikianlah kenyataannya..”

Sugesti tidak boleh dibuat asal-asalan. Sugesti harus bersifat ekologis dengan terlebih dahulu menggali belief dan value klien. Script sugesti dapat dibuat lebih panjang lagi agar klien semakin masuk ke dalam kondisi trance..atau diucapkan berulang kali dengan memperjelas behavior dalam konteks yang diinginkan.

Masih belum jelas? Tenang… keterampilan ini dapat anda pelajari di kelas pelatihan Neo Hypnosis yang saya selenggarakan>

Biaya Hipnoterapi

1. Hypnotherapy

Hipnoterapi diperuntukkan untuk klien yang ingin mengatasi masalah phobia baik spesifik maupun non spesifik, trauma, depresi, serangan panik, masalah kepercayaan diri, kompulsif, mengubah kebiasaan lama yang negatif, terapi keluarga ataupun konsultasi masalah kehidupan lainnya. Beberapa terapi memerlukan komitmen hingga maksimal empat sesi hipnoterapi untuk mendapatkan hasil terapi optimal. Untuk langkah awal kami mensyaratkan komitmen dua sesi. Sesi pertama bisa berupa konsultasi dan atau terapi. Sesi kedua dan selanjutnya adalah sesi terapi dan atau konsultasi, bergantung kebutuhan dan kondisi klien.

Biaya konsultasi dan atau terapi untuk satu sesi selama 2 jam:

Rp. 1.500.000 untuk 2 sesi terapi

atau jika diperlukan hingga 4 sesi terapi dengan biaya Rp. 3.000.000

dibayar di awal sesi terapi

 

2. Hypnoslimming dan Smoke Cessation (Berhenti Merokok)

Khusus masalah Hypnoslimming dan Smoke Cessation dijalankan dengan sistem paket yang terdiri atas lima sesi terapi dengan total biaya sebesar Rp 3.500.000.

Baik hypnoslimming maupun smoke cessation kami mensyaratkan pembayaran penuh di depan.

Pembayaran dapat dilakukan tunai maupun transfer bank. Untuk transfer bank akan kami beritahukan rekening melalui personal message (SMS).

THE NEURO-LOGICAL LEVEL IN FINDING YOUR TRUE SELF

Saya menuliskan artikel ini demi menjawab pertanyaan seorang sahabat yang sedang bingung dalam pencarian jati dirinya. Beliau ini termasuk yang sering ikut kelas-kelas pemberdayaan diri. Namun sayang, sepertinya ada serpihan (chunk) informasi yang tidak lengkap sehingga seolah-olah baginya “diri sejati” adalah sesuatu yang masih blur atau mengambang. Tentu hal ini bisa membahayakan sebab akan dapat menyebabkan kegamangan diri.

Biasanya para guru memberikan pertanyaan provokatif berupa :

“siapa dirimu?”

Lalu si murid menjawab :

“saya Aji”

Dan dilanjut dengan pertanyaan :

“Aji itu kan namamu, kamu siapa?”

Nah, kira-kira jika ditanya seperti ini bingung tidak? Bisa jadi tidak jika si guru memberikan jalan keluar berupa penjelasan-penjelasan detil dan masuk akal. Tetapi seringkali justru si murid diajak untuk berputar-putar dahulu dan belajar teknik kontemplasi, meditasi dsb tanpa memberikan solusi praktis yang bisa diaplikasikannya. Pikiran bisa jadi menipu meskipun anda berada di kondisi meditatif sekalipun. Kegamangan terjadi jika sinaps-sinaps bekerja secara tidak nalar / mengikuti alur logika yang tidak mendasar sempurna.

Melalui pendekatan yang sederhana, saya berikan sebuah ilustrasi. Anggap anda sedang berjalan di sebuah taman. Lalu anda menyaksikan dua orang yang sedang bekerja disitu. Sebut saja namanya si A dan si B. Si A menggali lobang, lalu si B menutup (menimbun) lobang itu. Pekerjaan ini dilakukan secara persisten dari sisi taman yang satu ke sisi lainnya. Sebagai orang yang menyaksikan pekerjaan ‘aneh’ tersebut, anda mungkin bingung kan? Kenapa lobang yang digali kemudian ditimbun lagi tanpa diapa-apakan. “Anda bertanya, kenapa A menggali lobang lalu B menimbunnya, dan demikian terus berulang-ulang di sepanjang taman ini?” mungkin seperti itulah pertanyaan anda. Jawab si A, “karena kami profesional!”. Nah, tambah heran kan. “Profesional bagaimana maksudnya?” tanya anda kembali. “ya, saya ini A adalah penggali lobang. Job description saya adalah menggali lobang berukuran 1×1 meter dengan kedalaman satu meter. Sedangkan teman saya si B, adalah si penimbun lobang, tugasnya secara persis adalah menimbun lobang yang saya buat”.

Anda makin heran. “iya, tapi untuk apa?

Barulah A menjawab, “sesungguhnya ada satu orang lagi yang bernama si C. Ia bertugas menanam pohon pada lobang yang saya gali. Kebetulan hari ini ia tidak masuk dikarenakan harus menjaga anaknya yang sakit. Tetapi kami tetap harus bekerja sebab kami diupah secara harian”.

Nah ternyata si A dan si B ini sangat kaku dalam memahami arti identitas / jati diri. Baginya jati diri adalah sesuatu yang mutlak dan secara profesional harus melakukan sesuai job description-nya. Menurut anda, siapa yang salah jika begitu? Memang benar mereka telah melakukan pekerjaan sesuai identitas diri mereka. Namun hasil akhir (outcome) dari pekerjaan tersebut tidaklah tercapai yaitu tertanamnya pohon.

Ada satu konsep yang diperkenalkan oleh Robert Dilt yang disebut model Neuro-Logical Level. Neuro-Logical Levels merupakan suatu model yang diadaptasi oleh Robert Dilts (salah seorang developer NLP) dari buah pemikiran Gregory Bateson (anthropologist Inggris) mengenai “Logical Levels” yang intinya menyatakan bahwa dalam pembelajaran, perubahan, dan komunikasi terdapat hirarki atau tingkatan dari klasifikasi.

Jika digambarkan seperti piramida, model tersebut adalah seperti ini :

NLL 42017

Menurut Dilt, puncak tertinggi dari piramida ini adalah Spiritual. Dalam konteks individu spiritual adalah segala sesuatu tujuan yang berkaitan dengan agama, keyakinan dan spiritualitas. Spiritual disebut juga sebagai purpose atau beyond identity connection. Dalam konteks berorganisasi disebut sebagai visi dan misi organisasi. Level ini untuk menjawab “untuk apa / siapa keberadaan diri (organisasi) ini”. Cara paling sederhana dalam menanyakannya adalah, “jika aku mati, aku ingin dikenang / dikenal oleh khalayak sebagai apa / siapa?” atau, “aku ingin orang mengenalku sebagai siapa (atau bagaimana)?”. “Untuk siapa semua yang saya kerjakan ini”?. Hak anda untuk menjawab apa saja, namun ikuti dorongan hati nurani anda. Apakah benar anda ingin dikenal sebagai sosok tersebut?. Jangan-jangan berasal dari shadow karena adanya sisi diri yang haus akan pengakuan, bukan sebagai suatu bentuk pemenuhan panggilan diri.

Di level kedua ada yang disebut sebagai Identity. Level ini untuk menjawab pertanyaan “siapa saya”. Dalam konteks perusahaan atau organisasi ini disebut sebagai identitas perusahaan/organisasi. Dalam konteks pribadi disebut citra diri.

Untuk membantu untuk mencari tahu identity, tanyakan:

  • Menurut Anda siapa diri Anda?
  • Bagaimana Anda menjelaskan tentang diri Anda?
  • Bagaimana orang lain menjelaskan mengenai diri Anda?

Di level ketiga ada yang disebut sebagai belief dan values (keyakinan dan nilai-nilai). Value adalah apa yang penting dalam diri seseorang. Apa yang penting bagi seseorang belum tentu memiliki arti penting yang sama bagi orang lain. Contoh value dalam diri seseorang: agama, keluarga, finansial, pendidikan, persahabatan, nama baik, popularitas, ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kesuksesan, kekayaan dsb. Apa urutan pertama dalam diri seseorang akan menentukan fokus terbesar dalam dirinya. Selain itu value juga merupakan motivator terutama dalam hidup seseorang. Sebagai contoh, apabila value yang pertama dalam hidup seseorang adalah keluarga, maka keluarga merupakan motivator terutama dalam hidupnya. Apapun akan dilakukannya pasti ditujukan untuk kebahagiaan dan kebaikan keluarganya karena keluarga merupakan sumber motivasinya yang terutama, yang juga adalah value utama dalam hidupnya.

Sedangkan belief adalah apa yang diyakini oleh seseorang sebagai kebenaran. Belief bukanlah keyakinan dalam konteks agama. Keyakinan dalam konteks agama kita sebut sebagai conviction sebagai keyakinan dogmatis yang tak perlu diganggu gugat. Yang terpenting dari belief bukanlah benar atau salah, melainkan berguna atau tidak berguna. Keyakinan yang berguna adalah keyakinan yang menambah sumber daya dirinya untuk mencapai tujuannya. Sedangkan keyakinan yang tidak berguna adalah keyakinan justru malah menghambat diri untuk mencapai tujuan tersebut. Keyakinan ini sifatnya subyektif atau individual alias hanya berlaku untuk perilakunya sendiri.

Misal seseorang yang ingin punya rumah memiliki keyakinan bahwa adalah hal memalukan jika masih menumpang dengan orang tua. Maka keyakinan ini menggerakkan perilakunya dalam berupaya mewujudkan tujuannya untuk memiliki rumah pribadi. Sebaliknya jika ia menganggap bahwa bakti seorang anak adalah salah satunya dengan mengurusi orangtuanya. Ditambah keyakinan bahwa cara termudah untuk mengurus orangtua adalah dengan berada dekat orangtua (tinggal serumah). Keyakinan ini tidak mendorong perilaku untuk mewujudkan keinginan memiliki rumah, dan justru akan memberatkan langkahnya untuk tinggal jauh dari orangtua.

Level belief dan values ini menjawab pertanyaan “Kenapa?”, dan memberikan arahan mana yang boleh dan tidak boleh kita lakukan. Dalam organisasi / bisnis, ini adalah aturan main (SOP) yang harus dipatuhi.

Ketika anda memutuskan melakukan sesuatu yang positif, coba tanyakan “kenapa saya lakukan ini?” lalu jawablah dengan sejujur-jujurnya sesuai kata hati anda.

Di level ketiga adalah capabilities (kemampuan). Level ini menjawab pertanyaan “Bagaimana?”, apa yang mampu kita lakukan di konteks tertentu. Dalam organisasi / bisnis merupakan suatu prosedur / proses bisnis yang disepakati. Kapabiltas ini menyangkut keterampilan dan pengetahuan (skill and knowledge) yang harus dimiliki untuk bisa melakukan sesuatu dalam mencapai tujuannya.

Di level keempat adalah behavior atau perilaku. Ini adalah bagian yang bisa disaksikan secara inderawi oleh orang lain.

Dan di level kelima adalah Environment atau lingkungan merupakan salah satu faktor penentu sukses tidaknya seseorang. Lingkungan dapat berupa orang-orang yang sering kita luangkan waktunya bersama atau benda-benda yang paling menyita waktu kita, misalnya: TV, gadget, dsb. Apa atau dengan siapa kita paling sering meluangkan waktunya bersama akan mempengaruhi diri kita baik secara positif maupun negatif, tergantung apa yang di install. Hal ini dapat terjadi karena interaksi kita dengan orang atau benda-benda seperti tersebut di atas akan mempengaruhi diri kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Ada ungkapan yang menarik bahwa  “Lima orang yang sering kita temui akan membentuk diri kita seperti mereka”. Misalnya: lima orang yang sering kita luangkan waktunya bersama adalah pengusaha maka kemungkinan besar kita mirip-mirip seperti mereka, namun apabila lima orang yang sering kita luangkan waktunya bersama adalah pengangguran, maka kita juga akan mirip-mirip dengan mereka. Oleh karena itu, pastikan Anda berada dalam lingkungan yang tepat dan mendukung perkembangan diri Anda.

Model Neuro-Logical Level piramida ini tidak selalu disepakati oleh para pakar NLP lainnya. Ada yang menggambarkannya seperti ini :

anothe type of NLL

Juga ada yang menggambarkan sebagai suatu hubungan sejajar yang saling mempengaruhi. Mengenai model tidaklah menjadi masalah, namun perlu kita cermati bahwa pada intinya untuk membentuk suatu jati diri melibatkan semua unsur ini : spiritual, identity, belief and values, capabilities, behavior dan environment. Jadi yang membentuk jati diri melibatkan semua hal baik yang bersifat kasat mata maupun yang berada di area pikiran.

Pertanyaan menarik berikutnya adalah, “apakah jati diri diciptakan atau ditemukan?

Pendapat pertama mengatakan jati diri ditemukan. Sebab seseorang harus merasakan panggilan jiwanya terlebih dahulu. Namun sayang pendapat ini seringkali tidak rasional dan cenderung menciptakan kegamangan karena ‘menunggu panggilan jiwa’ yang entah kapan.

Pendapat kedua mengatakan jati diri adalah diciptakan. Sesuai dengan dogma bahwa anda adalah khalifah dimuka bumi, yang dengan demikian berarti tanggung jawab hidup anda ada di tangan anda sendiri. Pernyataan ini bisa dijabarkan dengan kalimat sederhana : anda bebas memilih untuk menjadi apa/siapa saja yang anda inginkan secara sadar.

Kesimpulannya, bagaimana menciptakan jati diri anda? Menurut konsep Neuro-Logical Level ini maka yang perlu anda lakukan adalah :

  1. Pertama-tama, kenali dengan mengajukan pertanyaan ini “ketika saya meninggal dunia nanti, saya ingin dikenang sebagai apa?
  2. Kedua, ajukan pertanyaan “kira-kira bagaimana saya menjelaskan diri saya kepada orang lain?” atau, “kira-kira orang lain akan menjelaskan diri saya sebagai sosok siapa?”
  3. Pertanyaan ketiga adalah, “kenapa saya ingin mencapai ini?” “apa alasan terjujurnya?” dan “kenapa ini penting buat saya?”
  4. Pertanyaan keempat, “bagaimana saya melakukannya?” dan “apa saja yang perlu saya siapkan untuk bisa melakukannya / menjalaninya?
  5. Pertanyaan kelima, “perilaku seperti apa yang perlu saya kembangkan untuk mendukung tujuan ini?”, “bagaimana seharusnya saya terlihat, terdengar dan dirasakan (disaksikan) oleh …………………. (malaikat / orang lain / Tuhan saya), sebagai tanda bahwa saya benar-benar di jalan ini?”
  6. Pertanyaan keenam, “seharusnya dimanakah saya berada untuk memperkuat jati diri ini?” atau “dimanakah saya harus berada agar dapat menjalankan peran ini?”

Jujurlah terhadap diri anda sendiri, semoga berhasil menjadi diri anda sendiri yang sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Jika anda masih kesulitan dalam mencapainya, bisa jadi anda masih membutuhkan terapi untuk bisa mengatasi trauma di masa lalu atau urusan-urusan yang belum selesai dalam hidup anda.