Seperti Apakah Kondisi Hipnosis Itu

Pernahkah anda terpikir dengan pemikiran yang mendalam untuk merenungkan fenomena hipnosis, apakah yang dimaksud dengan hipnosis itu? Mengapa sebuah bentuk komunikasi menjadi begitu dahsyatnya dalam mempengaruhi dan menggerakkan orang lain? Fenomena hipnosis ini serupa dengan fenomena aliran listrik. Anda tidak tahu persis bagaimana rupanya listrik yang tak kasat mata itu tetapi menyalurkan energi yang dapat menyalakan peralatan elektronik. Demikian pula hipnosis, tidak ada seorang pun yang tahu persis apa itu hipnosis. Namun manfaat dan kekuatannya dapat dirasakan.

Menurut Ormond Mc. Gill, seorang ahli hipnosis yang dijuluki The Dean of American Hypnotist, secara umum hipnosis dapat dikatakan sebagai keadaan pikiran (state of mind) yang mengakibatkan perilaku bawah sadar (unconscious behaviour) ketimbang yang biasanya terjadi pada perilaku sehari-hari. Hipnosis adalah menginduksi respon pikiran bawah sadar seseorang. Barangkali hipnosis dapat lebih mudah dipahami sebagai sebuah cara untuk memprogram pikiran sehingga fungsinya lebih kepada “automatic nervous system” daripada “sympathetic nervous system” tubuh manusia.

Apa Yang Terjadi Ketika Dalam Keadaan Hipnosis (Hypnosis State)

Hypnosis State

  1. Perhatian yang sangat terfokus. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh AJP (American Journal of Psychology, seseorang masuk ke dalam kondisi hipnosis (hypnosis state) perhatiannya akan menjadi lebih fokus dan terbatas dibandingkan saat dalam kondisi sadar normal (lihat pada gambar di bawah ini). Pada kondisi sadar normal, perhatian menerima banyak rangsangan yang berbeda-beda melalui panca indera. Sedangkan dalam kondisi hipnosis, perhatian menjadi sangat fokus pada satu rangsangan saja. Sempitnya wilayah fokus perhatian ini ditentukan dari sugesti / intruksi dari operator hipnosis (orang yang melakukan hipnosis)
  2. Kepekaan Inderawi Yang Luar Biasa Meningkat. Akurasi dan tingkat keaktifan indera penglihatan (V), pendengaran (A) dan kinestetik (K) meningkat dalam kondisi hipnosis. Kekuatan logika dan pikiran juga berkembang secara dramatis. Kesadaran turut berkembang dalam menyadari hal-hal yang tadinya tidak disadari.
  3. Berkurangnya Kontrol Kesadaran (Tidak Kritis). Subjek (orang yang dihipnosis) cenderung pasrah dan memilih mengikuti saran si operator, sepanjang sugesti yang diberikan tidak bertentangan dengan nilai norma menurut ukuran moralnya. Ketika si operator memberikan sugesti yang bertentangan dengan nilai normanya, kemungkinan yang terjadi adalah si subjek menolak / tidak menjalankan sugesti atau bahkan keluar dari kondisi hipnosis. Misalkan seorang muslimah yang taat dengan nilai-nilai religiusnya disugesti oleh operator untuk membuka pakaiannya di hadapan orang lain, bisa jadi si operator akan digamparnya.
  4. Responsif Terhadap Sugesti Pasca Hipnosis. Sugesti yang diberikan di dalam kondisi hipnosis akan dijalankan oleh subjek setelah ia keluar dari kondisi hipnosis. Subjek akan menjalankan sugesti tersebut dengan catatan sugesti tersebut bekerja di area automatic nervous system dan tidak bertentangan dengan nilai moral si subjek.

Dari penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa apapun metode yang digunakan untuk menggiring subjek masuk ke dalam kondisi hipnosis, haruslah menghasilkan kepekaan inderawwi yang luar biasa, dan si subjek akan mengontrol aktifitas bawah sadarnya dan secara bersamaan menghasilkan respon terhadap sugesti pasca hipnosis (post hypnotis suggestion).

Untuk mencapai kondisi hipnosis yang sempurna dan agar sugesti dapat dijalankan, maka upaya yang dilakukan adalah dengan ; melampaui faktor kritisnya (menerobos filter mental) dan memanfaatkan keadaan trance.

Hipnosis Tidak Melulu Seperti Tidur

Meskipun demikian, hipnosis tidak melulu harus membuat subjek seperti dalam keadaan tidur / rileks. Adakalanya yang kita lakukan hanyalah menggerakkan perilakunya untuk melakukan sesuatu dalam keadaan sadar biasa dengan menggunakan pola komunikasi tertentu yang membuat filter mentalnya tidak bekerja (kehilangan awareness-nya). Banyak cara untuk “membuka gerbang bawah sadar” alias membuat fungsi kewaspadaan diri seseorang menjadi lengah. Cara tersebut antara lain :

  1. Membuat terkejut, terperanjat, kaget atau terperangah
  2. Melenakan atau membuai dengan perasaan nyaman atau kebanggaan diri
  3. Membingungkan
  4. Menyesatkan (mengasosiasikan dengan suatu keadaan yang sebenarnya tidak ada hubungannya)
  5. Menggunakan otoritas (karena kepangkatan, status sosial, usia, kedudukan, jabatan dsb)
  6. Mempesona atau membuat terkesima
  7. Membuat keadaan lelah / melelahkan
  8. Membuat keadaan monoton / kebosanan
  9. Menjejalkan banyak stimulus terhadap indera sehingga menjadi overload
  10. Menggunakan pendekatan identitas kelompok, tradisi, budaya atau dogma
  11. Repetisi atau pengulangan informasi, misalnya dalam pendidikan, membentuk opini, kampanye hingga propaganda.
  12. Iming-iming dan ancaman (reward and punishment)
  13. Pertanyaan yang bertujuan evokasi dan guiding.
  14. Accept – Utilize keadaan trance alami yang sedang dialami, dan inilah yang menjadi fokus bahasan buku ini.

Di atas merupakan ragam upaya yang jika dilakukan secara simultan akan sedikit banyaknya mengurangi awareness manusia. Namun belum tentu berhasil jika kita tidak menggunakannya secara tepat dan kontekstual (bijak). Selain itu, jangan menggunakannya untuk tujuan jahat atau mencelakakan kehidupan orang lain. Saya yakin bahwa sebagai pribadi yang beriman dan bertanggung jawab tentu harus mematuhi norma-norma yang berlaku.

Dalam pembelajaran ini kita juga akan mempelajari tentang pola bahasa yang akan membuat trance dan terbukanya filter mental serta mampu menjangkau bawah sadar manusia. Ada tiga kata kunci yang perlu anda dalami, yaitu trance, filter mental dan bawah sadar yang mana nantinya menjadi cikal bakal dalam seni hipnosis. Lanjutkan membaca dan anda akan mendapatkan pengetahuan yang anda perlukan.

 

 

About hujairin

unconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s