Yang Dipelajari Dalam NLP Itu Apa Sih?

Kurang lebih begitulah yang ditanyakan oleh setiap orang yang masih awam mengenai NLP. Untuk menjawab dengan pemahaman yang lugas, bisa kita praktekkan percobaan sederhana berikut ini :

Duduk santai dan katakan dengan lembut pada diri sendiri. “Aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini”. Atau katakan “Saya adalah seseorang yang paling beruntung”. Nah, dengan mengucapkan kalimat tersebut pada diri sendiri, apa yang anda rasakan? Sensasi apa yang muncul yang dirasakan oleh tubuh anda? Mengapa bisa terjadi demikian?

Manusia memiliki sistem syaraf yang sangat canggih. Sistem syaraf ini berpusat di otak dan jaringannya tersebar di seluruh tubuh. Otak memperoleh informasi melalui panca indera dan dari hasil analisa serta logika di dalam pikiran. Sistem syaraf ini kita sebut sebagai neuro. Sistem syaraf ini sangat peka dan langsung bereaksi ketika ada rangsangan dari bentuk komunikasi yang kita lakukan. Bahasa atau apapun yang berkenaan dengan bahasa, sebagai bentuk komunikasi verbal dan nonverbal, kita sebut sebagai linguistic. Antara neuro dan linguistic ini memiliki hubungan yang tak terpisahkan, yang mana suatu kata-kata sederhana sekalipun akan memiliki efek terhadap keadaan diri kita.

Sebagai contoh lagi, tegapkan badan sekokoh mungkin dan kepalkan tangan anda. Jika perlu buat sorot mata anda segarang mungkin. Lalu katakan dalam hati, “aku lemas, aku malas, aku ingin tidur aja..” Kira-kira apa yang terjadi? Tepat! Perlahan anda merasakan tubuh yang kokoh dan garang ini berangsur-angsur menjadi rileks atau lemas. Jika anda memperhatikan para praktisi NLP menuliskan “Neuro-Linguistic Programming” teradapat tanda strip (-) antara Neuro dan Linguistic, yang sesungguhnya menjelaskan bahwa antara neuro dan linguistic ada hubungan yang tak terpisahkan.

Mari kita lakukan eksperimen lebih lanjut. Coba baca dan perhatikan kata-kata di bawah ini dan tandai ada respon apa saja yang muncul di benak anda dan tandai sensasi perubahan yang muncul di tubuh anda.

  • Coklat
  • Manis
  • Apel
  • Gudang
  • Aliran

Kemudian katakan “pagi ini sungguh cerah

Kondisi ini sekaligus menjelaskan kata ketiga dalam NLP, yaitu programming

Maksudnya?

Mengapa kata ‘coklat’ menghadirkan pikiran tentang kue, dan bukannya mobil? Mengapa kata ‘manis’ memunculkan rasa makanan, dan bukannya warna baju? Mengapa kalimat ‘pagi ini sungguh cerah’ melahirkan perasaan semangat, dan bukannya sendu?

Programming adalah dengan sengaja memilih kata-kata atau komunikasi yang akan memiliki efek tertentu yang kita inginkan. Dengan demikian outcome (hasil akhir) adalah salah satu pilar utama yang harus dipegang teguh oleh praktisi NLP. Jika anda punya tujuan efek apa yang anda inginkan terjadi pada neuro anda, tentu anda akan memilih linguistic-nya kan?

Oke… sekarang agar pelajaran dasar NLP ini dapat menjadi pondasi kuat dalam pembelajaran NLP yang lebih komprehensif, lakukan latihan sederhana ini :

  • Tuliskan 10 kalimat yang mengundang atau memicu emosi negatif dalam diri anda. Jika sudah, kira-kira kalimat apa yang lebih tepat untuk menggantikannya?
  • Temukan 4 hingga 5 kondisi atau kebiasaan yang ingin anda ubah. Misal kebiasaan bangun siang, kebiasaan menunda-nunda, malas, pemarah, pengeluh dsb. Kenali kalimat apa yang sering anda ucapkan yang menyertai atau mengawali kondisi tersebut. Jika sudah, bagaimana cara anda menggantinya?

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s