Ber-NLP Itu Seni Memainkan Struktur, Bukan Konten

Masih melanjutkan artikel sebelumnya tentang NLP, bahwa struktur lebih penting dibandingkan isi. Namun sebagai catatan bukan berarti diksi atau isi kalimat menjadi tidak penting, bukan. Kita harus sadar bahwa pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar akan mencerna isi atau konten dari informasi. Sedangkan pikiran bawah sadar akan memaknai struktur komunikasi tersebut dan implikasi apa yang didapatnya. Struktur bisa sangat terkait dengan frame dan konteks komunikasi tersebut dilakukan.

Ketika anda mengatakan “sayang” kepada istri anda, tentu akan beda rasanya yang dirasakan istri ketika anda mengucapkannya dengan ragam nada atau intonasi yang berbeda. Kira-kira intonasi suara yang bagaimana yang benar-benar akan dimaknai oleh pikiran bawah sadar istri anda sebagai sayang yang betul-betul sayang?

Bagaimana jika anda mengucapkan sayang tersebut dengan nada mesra dan tatapan menggoda tetapi dilakukan di depan umum yang disaksikan orang banyak? Anda mungkin dikira sedang caper, lebay atau bahkan dianggap sedang ‘sakit’.

Begitu pula dalam konteks komunikasi yang lain. Perhatikan bagaimana :

  • Konteks keadaan
  • Intonasi
  • Mimik muka
  • Bahasa tubuh

Ternyata mempengaruhi makna dari komunikasi yang anda lakukan, bukan? Oleh sebab itu salah satu kerangka berpikir yang harus dipedomani praktisi NLP adalah
“makna dari komunikasi tergantung dari respon yang anda dapat”

“makna tergantung pada konteks”

Perhatikan bagaimana seseorang mendakwahkan agama, namun dari gaya bicara atau bahasa tubuh mmenyiratkan kesombongam, audiens tentu tidak akan merasa nyaman. Ada pula perkataan sedernahana dari seseorang dengan tutur kata dan gaya bicara yang membuat nyaman justru kok lebih disukai? Sebab itulah yang harus kita pelajari dalam NLP ini.

Seni memainkan struktur adalah seni bagaimana menstimulus state tertentu untuk merespon. Seni memainkan struktur adalah agar makna dari komunikasi, baik oleh pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar memaknai hal yang sama.

Ayo kita lakukan latihan sederhana berikut :

  • Saat memulai aktfitas pagi hari, biasakan sapa dan senyum dengan tulus pada 7 orang pertama yang ditemui. Rasakan apa yang berbeda pada hari yang anda jalani tersebut?
  • Ucapkan “selamat tidur sayang” pada istri/suami dan pada anak-anak anda secara tulus dan mesra. Perasaan apa yang muncul?

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s