4 Cara Mudah Menjinakkan Monkey Mind

Para praktisi meditasi tentu akrab dengan istilah monkey mind. Monkey mind adalah lompatan-lompatan pikiran liar yang mencegah kita untuk bisa fokus dan khusyu’. Pikiran kita sulit untuk diajak terfokus pada satu ide atau gagasan karena lompatan-lompatan pikiran yang liar ini.

Terlepas apapun agama anda, kemampuan menjinakkan monkey mind ini sangat penting ketika anda ingin melakukan suatu ritual, misalnya Sholat, Zikir atau Meditasi. Bagaimana langkah praktis untuk melatih mengendalikan pikiran?

  1. Carilah suasana yang nyaman untuk berlatih. Hindari apapun yang memungkinkan terjadinya distraksi misalnya TV yang menyala, dering handphone, suara radio, kebisingan dll.
  2. Latih merasakan nafas. Bernafaslah seperti biasa apa adanya tanpa harus ada yang dipanjangpendekkan, namun pastikan anda merasakan betul nafas yang anda lakukan.
  3. Latihan menyadari keberadaan pikiran, meskipun anda sering berlatih meditasi namun monkey mind akan tetap ada. Ketika muncul suatu pikiran, sadari saja dan beri waktu pikiran tsb untuk muncul dan ikuti. Dalam kondisi latihan hal ini tidak menjadi soal, justru keberadaan monkey mind bisa menjadi sarana berlatih
  4. Latihan memaksimalkan panca indera. Latihan ini sangat sederhana sekali, anda hanya harus :
    • Saat makan, sadari bahwa anda sedang makan dan rasakan sepenuhnya / nikmati makanan yang anda makan. Jangan melamun saat makan
    • Ketika anda duduk, rasakan keberadaan diri anda yang sedang duduk secara sadar penuh dan hadir utuh, “disini dan di saat ini” atau present moment
    • Berfokus pada detil apapun yang anda lakukan tanpa larut. Misal saat menulis, perhatikan apa yang anda tulis, lihat pena yang menari-nari di atas kertas dan tinta yang tertoreh di atasnya. Jika ada aroma, hirup baunya dan rasakan jemari yang menggenggam pena tersebut.

Singkatnya, untuk melatih menjinakkan pikiran adalah melatih mindfulness. Melatih diri untuk sadar penuh, hadir utuh, di sini dan di saat ini. Belajar untuk memberikan jeda atau tuma’ninah agar betul-betul sadar atas apa yang sedang kita lakukan.

Kondisi pikiran yang larut pada lamunan sama dengan flight (kabur) atau trance dan sesungguhnya tidak menyehatkan jika pikiran tersebut dibiarkan terus-menerus flight. Kita akan melompat dari satu trance ke trance lainnya, dan satu-satunya cara adalah dengan melatih kesadaran.

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s