Hari Gene Masih Belum Tahu Hipnoterapi Juga?

Beberapa saat yang lalu ada yang mengirimkan humor ini kepada saya:
Seorang istri yang merasa agak depresi dan capek terus menerus, diantar suaminya ke seorang Hypnotherapist.
Setelah istrinya keluar dari ruang praktek, suami menyambutnya dan menanyakan: “Jadi apa yang di katakan hypnotherapist itu?”
Istri: “Katanya aku hanya sedikit stress, dan perlu refreshing”
Suami: “Refreshing apa yang ia sarankan?”
Istri: “Supaya mama mengambil liburan dengan pergi bertamasya ke negara-negara indah seperti Canada, Inggris, Skandinavia, Perancis, dan lain-lain.”
Suami : “Bagus, kalau begitu ayo…. kita pergi secepatnya…!”
Istri: “Wah, papa baik sekali… Kita pergi ke negara mana Pa?”
Suami “Kita pergi ke hypnotherapist yang lebih bener pikirannya.”

Hehehe,
Rupanya tidak semua hypnotherapist bener pikirannya….
Yuk kita pelajari apa sebenarnya hypnotherapist itu. Untuk memulai, maka kita perlu tahu bahwa kata hypnotherapist berasal dari 2 suku kata:
  • Hypno, kependekan dari kata hypnosis.
  • Therapist, yang artinya ahli penyembuhan.
Dengan demikian, secara sederhana bisa dikatakan bahwa hipnoterapis adalah seorang ahli penyembuhan, yang menggunakan metode hipnosis.
Supaya lebih clear, mama kita paparkan beberapa makna kata ini:
Hypnosis     : prosesnya
Hypnotist     : pelakunya (seperti  kata ‘dentist’)
Hypnotism   : Permainan hiburan dengan hipnosis (stage hypnotism / street hypnotism)
Hypnotic      : Kondisi seseorang saat di hipnosis.
Hypnotee     : Kliennya
Di Indonesia, memang agak kacau balau, orang menggunakan kata hipnotis untuk memaksudkan suatu proses hipnosis. Yah, inilah salah kaprah… Salah tapi diterima sebagai kebenaran dimana-mana.
Jadi seorang hypnotherapist perlu memiliki 2 kompetensi / keahlian dasar:
  1. Ketrampilan melakukan hipnosis, alias membawa orang ke kondisi hipnotik.
  2. Ketrampilan melakukan terapi, yang akan dilakukannya saat klien masih berada dalam kondisi hipnotik.
MEMBAWA ORANG KE KONDISI HIPNOTIK
Ada berbagai cara, mulai cara tradisional, cara klasik, sampai ke cara-cara modern yang lebih diterima oleh dunia medis dan science. Ngomong-ngomong di tahun 1958 Hypnotherapy sudah diterima sebagai metode terapi di American Medical Association.
Di awal perkembangannya, hipnosis menggunakan cara-cara tradisional, seperti mantra, cairan tertentu, tatapan mata, energi, dll. Pendekatan ini disebut tradisional, karena ini dilakukan dari jaman bahula sampai awal tahun 1930-an. Metode inilah yang membuat pandangan orang pada hipnotis menjadi keliru, seolah ilmu gaib atau kekuatan supranatural.
Semua pendekatan tradisional, sebenarnya bekerja pada tataran sugesti, dimana semua alat atau metode itu hanyalah pintu masuk orang untuk menjadi yakin dan reseptif (siap menerima) suatu sugesti yang diberikan padanya. Simbol-simbol dan barang-barang ‘jimat’ yang dipergunakan, berperan untuk mem-by-pass pikiran kritis, dan membangkitkan sistem kepercayaan pada si penghipnosis.
Tapi baik pelaku maupun kliennya sama-sama salah paham, mereka mengira bahwa simbol, jmat dan mantra itulah yang memiliki kekuatan hipnosis. Padahal, semua sebenarnya bekerja pada dataran sugesti.
Pendekatan Klasik, yakni umumnya dikenal dengan autoritarian adalah pendekatan yang sifatnya memberikan perintah pada klien dengan keyakinan untuk membuat klien lebih “menurut”. Umumnya dilakukan dengan perintah “tidur!”.
Pendekatan ini sebenarnya berfungsi mengistirahatkan faktor kritis, melalu perintah tidur itu. Saat oikiran kritis beristirahat, maka sugesti akan mudah untuk diberikan pada klien. Cara ini yang sering kita lihat pada pertunjukan hipnosis atau praktek-praktek terapi klasik.
Cara yang lebih modern, umumnya murni menggunakan ketrampilan lingusitik alias kata-kata berpola hipnotik. Kata-kata ini disusun dengan cara tertentu (umumnya melanggar aturan grammar), sehingga menciptakan efek trance di pikiran Klien. Trance ini membuat bagian kritis tidak berfungsi dengan baik (bingung, terbypass, overload, dialihkan, dll), sehingga sugerti bisa diberikan dengan mudah.
MELAKUKAN TERAPI
Saat orang sudah berada di kondisi hipnotik ini, maka bisa dikatakan secara umum pikirannya sudah sangat sugestif, karena bagian kritis sudah beristirahat. Dengan demikian, terapis akan mengedukasi ulang proses pikiran dan pola-pola keyakinan yang ada di bawah sadarnya, agar lebih berdaya dan keluar dari belengguh pikiran yang tidak perlu.
Ada banyak sekali metode terapi yang bisa dilakukan pada saat klien berada dalam kondisi hipnotik. Bisa dibilang hampir semua teknik psikologi bisa diterapkan disini. Tentu saja tidak semua bisa, hanya secara generalisasi bisa katakan, “hampir semua” bisa dipergunakan.
Singkat kata, bahkan cukup dengan memberikan nasehat saja, kita sudah bisa memberikan sugesti pemberdayaan yang amat bermanfaat saat seseorang berada dalam kondisi hipnotik ini. Bandingkan jika ia sedang berada dalam kondisi biasa, mungkin nasehat itu akan ditolaknya atau dikritisi oleh pikirannya, sehingga tidak diterima olehnya.

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s