Instalasi Citra Diri Melalui Self Hypnosis

Kata citra diri sesungguhnya berasal dari Self Concept (Konsep Diri), dan sering juga disebut sebagai Self Branding. Konsep diri ini terdiri dari perpaduan citra diri (Self Image), kepercayaan diri (Self Confidence) dan harga diri (Self Esteem). Citra diri merupakan pandangan ataupun pengertian seseorang terhadap dirinya sendiri, dan kemudian tercermin melalui bagaimana orang lain memandang atau menilai dirinya. Pietrofesa dalam tulisannya menjelaskan bahwa citra diri meliputi semua belief, value, attitude dan perilakunya terhadap lingkungan. Citra diri merupakan perpaduan dari persepsi diri dan mempengaruhi persepsi dan tingkah laku seseorang.

Ketika seseorang bermasalah dengan citra diri, maka kualitas hidupnya akan bermasalah, terutama pada aspek dimana citra diri tersebut bermasalah. Aspek-aspek yang akan berkenaan langsung dengan citra diri tersebut antara lain :

  1. Masalah spiritualitas
  2. Masalah finansial
  3. Masalah materi / keharta-bendaan
  4. Masalah pendidikan / keilmuan
  5. Masalah kesehatan
  6. Masalah hubungan asmara, percintaan / keluarga
  7. Masalah hubungan / interaksi sosial
  8. Masalah yang berkenaan dengan karir / pekerjaan

dll

Menilai citra diri dapat melalui pernyataan yang terlontar atau pun dari kepercayaan dirinya mengenai sesuatu, misal :

“saya sangat mudah menjalin pertemanan”

“saya seorang yang pemalu”

“mencari uang itu susah”

Bisa juga melalui pandangan orang lain, misal :

“adik saya orangnya ramah”

“istri saya pengeluh”

“teman saya kerjaannya curhat melulu”

dan melalui model, atau idaman dirinya, misalnya :

“saya bisa menjadi penjual yang hebat”

“saya pantasnya menjadi penyanyi”

“saya suka menjadi seorang trainer”

yang mana dirinya merasa pantas untuk menjadi pribadi yang seperti dinyatakannya. Bisa juga melalui identifikasi diri berdasar sifat, kelompok suku, profesi dan sebagainya.

Ketika citra diri bermasalah, maka besar kemungkinan ada program diri yang bermasalah. Program yang disebut juga mindset. Terdiri dari sekumpulan belief (apa-apa yang diyakini sebagai kebenaran atau sesuatu yang dianggap benar) dan value (apapun yang dianggap bermakna bagi dirinya). Misal seseorang yang sering diejek atau dilabeli jelek oleh teman-temannya, lambat laun ia akan percaya bahwa ia sama dengan label yang diberikan temannya. Label tersebut masuk ke ranah belief-nya dan termanifestasi menjadi realita hidupnya.

Bagaimana cara meningkatkan citra diri agar menjadi lebih baik lagi? 
Ada dua hal yang saya tawarkan, yaitu self hypnosis melalui affirmasi-affirmasi positif dan melalui pendekatan analogue, yaitu memperbaiki sikap / etika maupun adab-adab saat berinteraksi dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

 Melalui affirmasi, yang perlu dilakukan hanyalah duduk rileks dan khusyu’.. kemudian katakan :

“saya menyukai kemajuan demi kemajuan dalam hidupku”

“saya sehat dan senantiasa menjaga kesehatan saya”

“tubuhku bugar dan sehat”

“keuanganku semakin baik dari hari ke hari, bahkan tahun ke tahun”

“saya terbuka untuk menjalin pertemanan dengan siapa saja”

“hubungan keluargaku sangat harmonis”

dll

Anda bisa gunakan language softener agar pernyataan affirmasi tersebut tidak tertolak oleh bawah sadar anda, misal meletakkan kalimat berikut di depan kalimat affirmasi :

“saya memutuskan untuk….”

misal :

“saya memutuskan untuk selalu sehat, bugar dan menjaga kesehatan saya”

“saya memutuskan untuk menerima kelimpahan rejeki, bekerja giat dan selalu semangat”

menggunakan “saya dalam proses menjadi….”

“saya dalam proses menjadi pribadi yang lebih ramah dan hangat dalam pergaulan”

“saya dalam proses menuju kelimpahan rejeki”

dan “saya memilih….”

“saya memilih menjadi pribadi yang lebih ramah dan hangat dalam pergaulan”

“saya memilih untuk hidup sehat, bugar dan selalu semangat”

Untuk kalimat affirmasi, bermaksud sebagai penegasan diri. Sebagaimana dari akar katanya to affirm, yang berarti menegaskan. Kalimat demi kalimat boleh anda otak-atik senyaman anda. Yang paling penting adalah, ketika mengucapkan kalimat affirmasi ini, ucapkan dengan lembut dan nyaman. Jangan memaksa diri, namun bujuklah diri anda untuk mengubah citra diri menjadi lebih baik.

Affirmasi positif seyogyanya dimulai dengan penegasan akan penerimaan diri terlebih dahulu, ungkapan cinta / sayang dan kemudian progress menuju kondisi yang diinginkan. Sehingga anda bisa meramunya menjadi suatu ramuan sugesti diri sebagai berikut :

“meskipun kondisi keuanganku bermasalah, namun aku memutuskan untuk menerima , mencintai dan menyayangi diriku apa adanya, dan memutuskan untuk membuka diri terhadap keberlimpahan rejeki seluas-luasnya, serta semakin baik dari waktu ke waktu”

dan masukkan juga unsur relijius / spiritualitas sebagai penguat :

“Bismillahirrohmanirrohiim, meskipun kondisi keuanganku bermasalah, namun aku memutuskan untuk menerima, mencintai dan menyayangi diriku apa adanya, dan memutuskan untuk membuka diri terhadap keberlimpahan rejeki seluas-luasnya, serta semakin baik dari waktu ke waktu, karena aku percaya Allah Maha Kaya dan Maha Pemurah, dan demikianlah kenyataannya”

Lakukan affirmasi seperti ini sesering mungkin, di berbagai aspek kehidupan yang ingin diperbaiki bahkan termasuk untuk memperkuat inner beauty atau kharisma. Setelah mensugesti diri dengan affirmasi seperti ini, tawakal (let it go), biarkan Tuhan mengerjakan bagianNya dan biarkan pikiran bawah sadar anda melakukan penyesuaian diri. Yang perlu anda lakukan adalah keep on the track, yaitu mengamati dan mencatat perubahan sekecil apapun yang terjadi serta senantiasa bersyukur.

Peace be upon us

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s