The Art and Power of Gratitude

Di dalam ajaran Islam disebutkan bahwa semakin banyak kita bersyukur maka semakin banyak pula nikmat yang akan kita dapat, sebaliknya semakin kita mengingkari nikmat (kufur) maka semakin banyak kesulitan yang didapat. Kita pun bisa memperhatikan sendiri bahwa banyak orang yang kerjaannya mengeluh, banyak pula masalah yang mampir dalam hidupnya. Sementara itu, ada orang yang dari raut wajahnya happy-happy terus, seolah hidupnya senantiasa bebas dari masalah.

Saya pun penasaran dengan orang-orang yang wajahnya senantiasa happy ini, bagaimana ia selalu mendapatkan kemudahan dan kelimpahan. Ternyata rahasia umumnya adalah membiasakan bersyukur.

Menarik sekali bukan?

Sebagai praktisi NLP maka saya berusaha untuk memodel teman yang selalu kelimpahan ini, setidaknya untuk mulai membiasakan diri bersyukur. Syukurlah NLP sangat membantu dalam membedah dan memudahkan kita dalam menduplikasi kecakapan orang lain. Dengan teknik yang sederhana, saya berupaya membangun kondisi mental untuk benar-benar bersyukur dengan sepenuh hati. Teknik pilihan saya adalah anchoring.

Anchoring adalah teknik NLP yang penting dan sekaligus sederhana, yakni mengaitkan satu kondisi powerful dengan suatu ‘tombol’ yang kapanpun bisa diaktivasi. Anchoring memerlukan penggunaan sedikit imajinasi, yang dapat Anda lakukan dimanapun dalam kondisi pikiran cukup fokus.

Karena ini sebuah teknik, maka anda yang ingin mempelajarinya harus benar-benar memperhatikan detil langkah demi langkah dalam melakukannya. Silakan copy paste tulisan ini dan simpan ke dalam file di gadget anda sendiri.

Berikut cara melakukannya:

  1. Duduk dan tuliskan di kertas: 5 pengalaman dalam hidup dimana Anda merasa benar-benar pernah bersyukur secara mendalam sekali. Pastikan ini merupakan memory syukur yang 100% positif, bukan memori syukur paska kesedihan atau terhindar dari kecelakaan misalkan.
  2. Pilih salah satu pengalaman positif syukur itu, – sebuah keadaan di mana Anda tahu bahwa Anda sedang merasakan benar-benar sangat bersyukur.
  3. Selami ingatan mengenai kenangan ini selama beberapa kali, dan kemudian lakukan  seolah-olah Anda kembali masuk kedalam peristiwa itu. Seolah saat ini Anda sedang mengalamai ulang dan berada di kondisi itu lagi, dan melihatnya melalui mata Anda sendiri.
  4. Di saat Anda melakukannya, ubah-ubah dalam pikiran Anda gambaran mentalnya itu (ukuran gambar, kejelasan, fokus, dimensi, jarak gambar dari Anda, lokasi gambaran mental, dll) sehingga perasaan syukur itu menjadi sejelas mungkin. Mainkan pula volume suaranya, sehingga intensitas suara benar-benar makin terasa seolah mengalami hal itu lagi sekarang.
  5. Saat Anda mulai merasa perasaan syukur yang kuat, ijinkan diri Anda untuk mulai mengenali sensasi internalnya. Apakah ada rasa hangat / sejuk (misal di dada, atau perut), ada gerakan hawa hangat itu, denyutan atau getaran tertentu, dll. Intinya, hayati apa perasaan internal dari rasa syukur itu yang sifatnya sensasi tubuh.
  6. Kemudian, setelah Anda kenali perasaan itu, perluas rasa itu menjadi di seluruh tubuh, perkuat perasaannya (getaran dll) agar meningkat berkali-kali lipat sambil menarik nafas. (Ingat semua feeling atau emosi, selalu akan ada perasaan sensasi fisiknya).
  7. Sambil hal itu Anda lakukan, tangkupkan ke dua telapak tangan Anda secara bersama-sama, dengan posisi kedua telapak itu seperti orang sedang berdo’a. Biarkan perasaan syukur ini semakin naik dan memuncak. Sambil Anda meniatkan dalam hati: “Mulai sekarang dan seterusnya, setiap kali saya menangkupkan ke dua telapak tangan saya bersama-sama seperti ini, secara otomatis menghidupkan kembali perasaan syukur yang amat dalaaam!”
  8. Ulangi langkah ke 2 sampai langkah ke 7 beberapa kali, dengan menggunakan berbagai kenangan lain yang sudah Anda tuliskan di langkah 1, sehingga Anda mendapatkan rasa syukur yang semakin luar biasa mendalam.
  9. Setelah selesai, lepaskan tangkupan tangan itu, dan tarik nafas panjang buka mata.
  10. Sekarang lakukan tes dengan cara menangkupkan dua telapak tangan itu bersama-sama (tanpa perlu mengingat kenangan apapun). Bagaimana perasaan Anda? Yes, rasa syukur luar biasa!!!

Itu saja

Uraian di atas adalah teknik anchoring, yang bertujuan untuk mengaktifasi ulang memori dengan memperkuat sinaps-sinaps syaraf agar lebih tebal dan lebih kuat daya ikatnya, sehingga lebih mudah untuk menjadi suatu kebiasaan baru dan dilakukan kapan pun anda mau.

Nah, setelah ke sepuluh langkah di atas Anda lakukan. Hendaknya setiap kali berdoa, akses terlebih dahulu perasaan syukur dengan menangkupkan kedua belah tangan seperti di atas (posisi berdoa).  Maka, Anda akan berdo’a pada kondisi rasa syukur yang paling maksimal.

Sambil menerapkan hal di atas, Anda boleh mengingat bahwa setiap kali Anda sedang bersyukur karena suatu hal, maka segera selami perasaan dan kuatkan dalam-dalam, sambil taruh posisi ke dua telapak tangan seperti orang berdo’a. Maka ini akan memperkuat koneksi syaraf di otak Anda, untuk mengenali posisi tangan itu sebagai salah satu kondisi fisiologis yang Anda lakukan saat Anda bersyukur.

Sedikit disclaimer dari saya.

Dengan kedewasaan yang Anda miliki, Anda pasti tahu bahwa yang saya ajarkan di atas bukanlah suatu prosedur ibadah agama apapun. Sehingga tidak perlu dilabeli sebagai bid’ah baru. Teknik ini adalah proses membentuk hubungan syaraf yang kuat, untuk memberi penanda pada pikiran bawah sadar, bahwa posisi tangan itu akan mengaktivasi rasa syukur yang sangat dalam sekali. Dan rasa syukur adalah kondisi terbaik untuk kita jika sedang berdo’a.

May peace be upon us as always

 

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s