Awas, Hipnosis Itu (Bisa) Menipu!

“Pak, bukannya menghipnosis itu menipu?”

Seorang teman bertanya seperti itu pada saya. Lalu saya jelaskan, jika yang engkau lakukan adalah menidurkan orang yang kau bantu lalu kau katakan padanya “rokok rasanya seperti tai”, jelas saja itu suatu penipuan. Sebab ketika ia bangun, memorinya tetap saja mengatakan bahwa rokok ya rasanya rasa tembakau yang dibakar, bercampur kandungan nikotin dan tar serta mungkin ramuan lainnya. Tidak pernah ada di database-nya menyimpan ingatan bahwa rokok rasanya seperti tai.

Lalu seperti apa hipnosis yang tidak menipu?

Suatu hari, sekitar awal tahun ini, seorang teman yang baru pulang dari Afrika meminta bantuan untuk mengatasi kecanduan rokoknya. Saat saya tanyakan tujuan, ia menyatakan tujuan yang jelas yaitu ingin berhenti secara bertahap. Alasan terkuatnya adalah demi keluarga dan ia juga memiliki saat-saat dimana ia mampu menahan diri untuk tidak merokok, yaitu di dalam mobilnya sebab ia sangat peduli kebersihan mobilnya. Note : saya tak perlu sebutkan nama disini

Saya bertanya pada teman ini, apa yang menurutnya paling menjijikkan untuk dikenang atau dilihat. Dijawabnya ketiak Niger (orang Nigeria). Lalu saya minta ia membayangkan seperti apa rupa ketiak Niger, bagaimana rupa bulu ketiak dan mungkin daki-daki yang mengkristal di lipatan kulit ketiaknya. Saya juga minta ia mengingat kembali aroma tak sedap dan mungkin memuakkan dari ketiak Niger tersebut. Jika perlu apa rasanya jika ia terpaksa nyungsep di ketiak Niger. Bahasa NLP-nya itu mengelisitasi submodalitas, Tak lama ia mual-mual dan ingin muntah, saya minta ia terus memperkuat perasaan tidak enak terhadap ketiak Niger.

Lalu saya katakan seperti ini
“Kalau saya bilang rasa rokok itu seperti ketiak Niger, tentu saya bohong, sebab kamu tahu sendiri rasa rokok itu seperti apa, tapi kamu bisa membuat dirimu merasakan seperti berada di ketiak Niger setiap kali menyentuhkan rokok itu di bibirmu”. Lalu saya minta ia mencoba, tak ayal ia pun muntah-muntah.

Lalu post hypnotic suggestion yang saya gunakan sebagai penutup : “oke, karena dirimu tidak ingin berhenti merokok seketika, maka kamu bisa mengatur kapan untuk menikmati rokok dan kapan kamu ingin tidak merokok.. bisa jadi kamu memaksa dirimu berhenti dengan seolah berada di ketiak Niger (sambil saya selipkan rokok di jarinya – covert anchor), dan bisa juga kamu anggap sedang berada di dalam mobilmu, ngerti kan maksudnya?”

Hipnosis dalam terapi bukan (sekedar) menidurkan, lalu mensugestikan sesuatu yang tidak ada dalam pengalamannya, tetapi melainkan seni menggunakan trance untuk dikelola sebagai filosofi dari “meaning are context dependent”

Ingin mengenal Hujairin? Silakan kunjungi laman facebooknya

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s