Empathic Telepathy, Apa, Mengapa dan Bagaimana?

Sahabat NHC, pernahkah anda memiliki suatu perasaan akan terjadinya sesuatu (firasat), tak lama kemudian ternyata firasat tersebut benar? Saya yakin pernah. Jika kita berbicara tentang firasat jangan buru-buru mengkait-kaitkan dengan sesuatu yang sangat wah, misal penujuman, Extra Sensory Persistence (ESP) atau meramalkan sesuatu yang sangat hebat. Firasat bisa jadi sesuatu yang sangat sederhana, misal seorang ibu yang gelisah ingin pulang karena tiba-tiba teringat dengan anaknya yang masih bayi menyusu. Tanpa disadari ASInya menetes sendiri. Pengalaman orangtua yang merasa tidak enak, dan ternyata anaknya mengalami kecelakaan di jalan. Atau seperti pengalaman firasat saya ketika menjelang orang tua saya wafat. Bisa juga ketika anda sedang ngobrol dengan seseorang, kemudian anda mengindikasi adanya kebohongan, atau anda seperti tahu kemana arah tujuan pembicaraan.

Terjadinya firasat, strong feeling (perasaan kuat) tentang akan terjadinya sesuatu, fenomena wangsit, kemampuan membaca jalannya pikiran seseorang (mind reading), kepekaan terhadap kondisi alam, hingga ESP sendiriĀ  memiliki bahan baku yang sama, yaitu empati dan ketajaman inderawi serta kepekaan rasa yang sesungguhnya bisa dilatih dan dikembangkan. Saya katakan ‘dilatih’ bukan ‘diaktifasi’ sebab saya percaya bahwa setiap orang sudah memiliki ‘radar alami’ ini, yaitu rasa. Mereka yang sakti atau memiliki kemampuan linuwih, bisa jadi karena memang memori generatif yang diturunkan oleh orang tua mereka yang turun-temurun, atau karena lingkungan tempat tinggal mereka kondusif untuk mengembangkan kepekaan rasa tersebut. Sedangkan orang-orang kebanyakan, seringkali karena terlalu sibuk dengan hingar-bingar kehidupan, sehingga kepekaan rasa ini terabaikan dan tumpul. Ibarat otot yang tak pernah dilatih sehingga menjadi lemah dan tak berdaya. Namun selemah-lemahnya ‘otot’, ada kalanya di saat-saat tertentu dapat menjadi cukup berdaya untuk bekerja. Ketika seseorang pernah mengalami suatu kondisi dimana kepekaan rasanya bekerja, maka bisa diakses kembali dengan mengolah state of mind di kondisi tersebut. Disinilah letak kunci memulai untuk melatih dan mempertajam “otot-otot” intuisi.

Apa batasan kemampuan ini? Jujur saya belum tahu persis, tetapi yang sudah bisa saya buktikan sudah cukup banyak. Sedangkan untuk menebak persis urutan nomor KTP seseorang atau untuk menebak persis isi dompetnya, tidaklah termasuk dalam cakupan kemampuan ini, sebab trik-trik tersebut hanya terjadi di dunia entertainment (sulap mentalis), dan tentu saja hanya trik. Yang masuk akal adalah; seorang mekanik dapat menduga letak error suatu mesin hanya dengan melihat sekilas, seorang kapten kapal dapat mengerti kondisi laut di hadapan pada hari itu pada saat menyentuh kemudi kapal, seorang dokter dapat feeling dimana hipotesa awalnya terhadap pasiennya, seorang komandan tentara bisa menduga kemungkinan kontak senjata dan menghindarinya, seorang terapis dapat memahami akar masalah kliennya hanya dengan mendengar intonasi bicara.

Jose da Silva, yang mengembangkan keilmuan ESP dan menamakan metodenya dengan Silva Mind Method, ketika masih remaja sering berjualan dari pintu ke pintu. Ajaibnya, ia sudah bisa menduga di pintu mana jualannya diterima dan di pintu mana ia bakal ditolak, sehingga ia hanya mendatangi tempat dimana ia yakin pasti diterima. Maka ia pun dikenal oleh perusahaan yang mempekerjakannya sebagai sales yang handal.

Saya sendiri melalui eksperimen panjang sejak 2003 hingga saat ini, mulai menemukan benang merah dan pokok-pokok pembelajaran penting untuk melejitkan kemampuan ini. Jika kebanyakan orang mengira harus mengakses gelombang otak alpha atau theta, justru saya meyakini bahwa gelombang otak yang diperlukan adalah gelombang gamma dan bisa dilatih melalui teknik-teknik tertentu yang saya dan tim NHC kembangkan. Hasilnya? Luar biasa. Uji coba pada orang-orang baru dan paling awam sekalipun berhasil 100%

Paduan teknik yang dikembangkan :

  • Trance dan mindfulness
  • State utilization
  • Observasi dan kalibrasi terhadap ekspresi mikro
  • Sensory Acquity
  • Gamma burst technique

Di tahun ini saya akan memulai membagikan hasil temuan-temuan saya dan saya kemas dalam suatu skill package yang dinamakan Empathic Telepathy. Agar trainee lebih mudah memahami tata langkah dan urutan, sengaja saya jadikan satu dengan pelatihan Neo NLP Practitioner, juga dengan tujuan agar trainee memahami dengan istilah-istilah yang sudah familiar secara umum.

Kapan anda bisa mempelajarinya? Silakan catat :

  • 14 – 15 Mei 2016, 8.00 – 17.00 (dua hari full)
  • Hotel Ibis Senen, Jakarta Pusat

Pendaftaran :

  • Pendaftaran sebelum tanggal 21 April berlaku harga Early Bird : Rp. 2.000.000
  • Pendaftaran 22 April – 12 Mei berlaku harga Rp. 2.500.000
  • Mendaftar kolektif (per dua orang) mendapat cash back Rp. 200.000
  • Pendaftaran silakan hubungi 085244858898 atau e-mail ke hujairinvivo@gmail.com

Fasilitas :

  • Lunch dan coffee break dua kali
  • Sertifikat Neo NLP Practitioner dari Neo NLP
  • Sertifikat Trance Art Practitioner dari NHC
  • Free sharing seumur hidup
  • Bonus kumpulan E-Book tentang NLP dan Cara Menanggulangi Anxiety Disorder

Fasilitator :

Muhammad Hujairin

  • Trainer / Instruktur Hipnosis
  • Ericksonian Hypnotherapist
  • Neo NLP Master Trainer dari Neo NLP Society
  • Pemerhati Memetika Budaya
  • Expertise in trance generating
  • Expertise in psionic mind ; OBE, ESP, Psikokinesis

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s