Mengenali Diri Sejati, Melatih Kecerdasan Spiritual

Bayangkan ketika anda berada pada dialog ini :

X             : Tanya

Y              : Jawab

X             : “Siapa kamu?”

Y              “ Aku Y..”

X             : “ Y itukan namamu, bukan kamu..kamu siapa?”

Y              : “aku manusia, ciptaaan Tuhan”

X             : “manusia itu kan spesiesmu, wujud keberadaanmmu.. kamu siapa?”

Y              : (bingung)

Atau andaikan seperti ini, suatu ketika anda mati, nyawa anda dicabut oleh malaikat maut. Kemudian jasad anda dimakamkan di bumi, dan ruh anda kembali kepada Yang Maha Kuasa menunggu masa penghakiman. Lalu siapa ‘anda’ ini? Oke, daripada bingung memikirkannya, mari saya ajak untuk mengenali si diri sejati ini. Ini adalah sebuah pemikiran dari Hazrat Inayat Khan dalam tulisannya Rose From the East. Andaikan anda bukanlah manusia seperti wujud anda saat ini, melainkan entah apa namanya dan berasal dari suatu tempat yang lain, yang jauh dari dunia ini. Agar mudah, anggap saja dari suatu planet lain. Anda tiba disini untuk melakukan perjalanan di planet bumi ini.

Mari jangan menilai terlebih dahulu, ikuti saja imajinasi ini.

Anda adalah seorang pendatang yang jauh dari sebuah tempat di alam semesta ini. Perjalanan anda mengantarkan anda untuk berada di tempat yang bernama bumi. Entah apa yang membuat anda tertarik untuk berada disini,, apakah karena keindahan alamnya atau karena kehidupan yang dijanjikannya beserta keunikan-keunikan penghuninya. Bisa jadi anda tertarik untuk hadir disini untuk menyumbangkan sesuatu bagi kehidupan disini.

Bayangkan sejenak, apa yang menarik di bumi ini sehingga anda sudi untuk singgah disini?

Rasa tertarik itu adalah tugas anda di bumi ini sehingga anda harus menggunakan sarana fisik sebagai kendaraan dan sekaligus perangkat anda untuk melakukan tugas anda. Anda datang melalui “pintu” yang anda namakan dengan sebutan “orangtua” sebagai sarana kelahiran anda. Orangtua dan lingkungan yang membentuk anda mengantarkan anda untuk semakin mahir beradaptasi dengan kehidupan di bumi ini.

Lalu semakin lama anda hidup di bumi ini, semakin anda menikmati segala hal yang ada. Anda sibuk dengan urusan belajar, bekerja, memiliki hubungan sosial dan asmara, anda memiliki masalah dan anda belajar untuk menyelesaikan itu semua. Bisa jadi anda semakin tertarik untuk tahu banyak hal yang ada di bumi ini sehingga anda rajin berkelana atau melakukan perjalanan-perjalanan. Seiring dengan perkembangan adaptasi anda di bumi, semakin anda melupakan “tempat asal” anda. Kenangan akan rumah atau kampung halaman anda semakin hilang, bahkan sama sekali lupa. Anda semakin lupa bahwa nanti anda pun harus kembali ke rumah asal itu lagi setelah waktu yang diberikan sudah habis atau ketika kendaraan anda sudah tidak bisa mengakomodir keberadaan anda lebih lama lagi.

Di tengah rasa bahagia, suka dan duka, ada masa ketika anda mengalami kegamangan atau kegalauan. Anda bersimpuh pada ‘sesuatu’ atau memandang ke langit yang mana nurani anda terdalam ingin mencari jawaban dari rumah asal anda. Entah apa yang anda cari, kilasan-kilasan kecil dari hati nurani anda justru seringkali anda pendam atau ingkari karena takut untuk mengakui rumah asal itu. Bahkan bisa jadi anda menganggapnya omong kosong dan menampiknya.

Mari kita renungkan dengan cara ini :

  1. Duduk dengan rileks dan santai, nikmati saja
  2. Nikmati keluar masuknya nafas anda secara perlahan
  3. Bayangkan sosok diri anda utuh dari kepala hingga kaki, apa adanya diri anda
  4. Sambil terus membayangkan sosokk diri anda, ajukan tiga pertanyaan ini :
    • Dari mana asalmu?
    • Siapa dirimu?
    • Apa tujuan keberadaanmu disini?
    • Dengan tujuan tersebut, peran apa yang kamu ambil?
    • Kemana tujuanmu setelah ini?
  5. Perhatikan jawaban yang muncul dari hati nurani anda
  6. Lakukan dalam durasi 5 – 15 menit
  7. Setelah itu rileks kembali, nikmati keluar masuknya nafas anda perlahan
  8. Setelah melakukan langkah-langkah tersebut di atas, perhatikan perubahan-perubahan anda dalam memandang sesuatu. Adakah perubahan sudut pandang ketika anda memandang suatu permasalahan?

 Masih ada beberapa cara lain dalam menyadari keberadaan diri sejati, teknik mengajukan pertanyaan ini hanya salah satunya.

TranceFormasi

Mohon beri rating untuk tulisan ini

About hujairin

subconscious explorer