Pelatihan Resmi Neo NLP Practitioner Workshop Bertaraf Nasional

Pelatihan NLP Practitioner merupakan pelatihan yang memberikan pencerahan dan pelatihan kepada peserta bagaimana cara otak bekerja, bagaimana emosi itu muncul, serta bagaimana sikap dan perilaku itu dibentuk. Pelatihan NLP Practitioner memberikan percepatan kepada peserta untuk menuju ekselensi, membuat peserta mampu meningkatkan potensinya, melesatkan kemampuan komunikasinya baik itu untuk keperluan umum, bisnis, penjualan, kehidupan pribadi, dan lain sebagainya.

Setelah mengikuti pelatihan Pelatihan NLP Practitioner ini peserta akan menguasai teknik untuk selalu berada di kondisi emosi terbaik, memahami formula pencapaian sukses yang dapat diimplementasikan, menguasai rahasia komunikasi yang dapat menggerakkan orang lain untuk menuju ke arah yang anda inginkan, memahami peta mental untuk mengatasi berbagai kasus psikis, menguasai strategi untuk memunculkan ekselensi di berbagai bidang.

Siapakah yang harus Belajar NLP ?

  • Jika anda adalah ujung tombak tenaga penjualan, atau bidang-bidang pelayanan garis depan lainnya, maka NLP akan meningkatkan kemampuan anda dalam komunikasi dan negoasiasi.
  • Jika anda seorang tokoh masyarakat atau politisi, maka NLP akan membantu anda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik anda sehingga pesan-pesan anda menjadi relatif mudah diterima oleh audience anda.
  • Jika anda adalah seorang Trainer atau Pembicara profesional, maka NLP akan membantu anda untuk menyusun struktur pembelajaran yang efektif, serta struktur komunikasi yang benar-benar dapat menembus pikiran terdalam para Trainee maupun Audience anda.
  • Jika anda seorang profesional dan banyak menangani aspek manajerial, maka NLP akan sangat membantu anda untuk membangun kerjasama kelompok dan membuat anda menjadi efektif dalam mendelegasikan tugas.
    Jika anda seorang profesional di bidang kesehatan mental, seorang konselor, atau seorang terapis pikiran bawah sadar, maka NLP menyediakan berbagai peluang dan ide-ide baru untuk menciptakan perubahan yang relatif cepat dan efisien.
  • Jika anda seorang pendidik, maka NLP akan membantu anda untuk memahami berbagai teknik komunikasi dan pola-pola pembelajaran manusia, sehingga sangat efektif diimplementasikan dalam dunia pendidikan.
    Jika anda adalah seorang atlit, atau pekerja seni, atau bidang-bidang lain yang membutuhkan kebugaran mental yang sangat prima, maka NLP memiliki berbagai teknik praktis untuk keperluan ini.
  • Dan tentunya bagi siapapun yang ingin meningkatkan kualitas hidup, maka NLP akan memberikan wacana baru serta berbagai metode yang benar-benar siap untuk dipergunakan.

Silakan baca artikel ini untuk menambah keingintahuan anda http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/22/manfaat-belajar-nlp-bagi-ibu-rumah-tangga-626400.html

Waktu & Tempat :

Sabtu-Minggu, 14 – 15 Mei 2016
Pukul 08:00 – 17:00
Tempat : silakan hubungi langsung 085244858898 untuk mendapatkan informasi tempat

Investasi & Cara Pembayaran :

Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)

Berlaku Early Bird Discount Rp. 500.000 khusus untuk 10 orang pendaftar pertama yang membayar uang muka (Down Payment) paling lambat 30 April 2015 Uang Muka sebesar Rp. 400.000,- dapat dibayarkan melalui transfer Bank ke :

BCA cabang Sudirman
No Rek : 8555028691 atas nama Muhammad Hujairin
Konfirmasi : 085244858898

Pelunasan dapat dibayarkan pada hari H sebelum acara berlangsung di lokasi pelatihan secara tunai

Fasilitas Peserta :

Training Manual
2 sertifikat: Sertifikat dari NHC dan dari Neo NLP Society.
Lunch dan 2x Coffee Break
Koleksi Puluhan E-book NLP
Koleksi Video-Clip tentang NLP

Silabus Worskhop Official From Neo NLP Society:

NLP Philosophy : Four Pillars of NLP, Presuppositions
Self-Empowerment Mastery : Sub- modality : Sensory Acuity, Re-Map, Map Across, Sub-modality Driver, Timeline, Well-Formed Outcome, Neuro-Logical Level (Beliefs & Values)
Excellence Skill of Communication : Building Rapport, Matching & Mirroring, Calibration, Verbal & Non Verbal Pacing – Leading, Representational System, Meta Model, Milton Model, Frame, Meta Program, Nested Loops, Chunking (Chunk-Up, Chunk-Down, Chunk Across), Analogue Marking, Reframing
Various Technique : Eye Accessing Cues for Strategic Modelling, Six Steps of Reframing, Fast Phobia Cure, Belief Change, Swish Patterns, Circle of Excellence, Perceptual Perception, Etc.

INSTRUKTUR :

Muhammad Hujairin

  1. Certified Hypnotist from Indonesia Board Hypnoherapy
  2. Certified Hypnotherapist from Indonesia Board Hypnotherapy
  3. Certified Insructur Hypnoherapy From IBH
  4. Certified Practitioner Neo NLP from Neo NLP Society
  5. Certified Master Practitioner From Neo NLP Society
  6. Certified Trainer Neo NLP Society
  7. Certified Master Trainer from Neo NLP Society
  8. Certified Ericksonian Hypnotherapist from Greatness Institute
  9. Family Therapist dari Institut Psikologi Indonesia
  10. Silva Mind Practitioner form Silva Mind International

INFORMASI DAN REGISTRASI :
Untuk dapat menghubunginya dapat melalui :

Telephon : 081344048315 / 08827420079

Pin BB : 2B1A7186
Email : muhammadhujairin@ymail.com atau admin@nusantarahypnosis.com

Pikiran Bawah Sadar Bersifat Konstruktif

Pikiran bawah sadar bersifat konstruktif, yang mana berarti apapun yang terbiasa kita pikirkan berulang-ulang atau sering menjadi fokus perhatian perasaan kita (memiliki muatan emosi yang intens) akan sangat mudah menjadi kenyataan. Tentu meskipun demikian faktor ekologis (keseimbangan logika) tetap memiliki peran. Namun, dengan adanya prinsip seperti ini, menjadi dasar teknik SFBT (Solution Focus Brief Therapy) ala Imsoo Kim Berg dan Steve De Shazer.

Sekilas tentang SFBT :

Adalah suatu teknik terapi singkat berbasis solusi atau sering disebut juga Constructivist Therapy. Dikatakan demikian sebab diyakini pikiran manusia bersifat konstruktif. Tugas terapis adalah menggali secara singkat sumber daya yang diperlukan bagi klien untuk mengatasi masalahnya melalui exceptional question (pertanyaan pengecualian) dan kemudian mengajak klien melakukan future pacing terhadap perubahan ke depan. Agar klien tetap fokus pada perubahan yang diwujudkan oleh pikirannya (on the track) maka klien pun diberi tugas. Tata urutannya menjadi seperti ini :

Klien mengeluh : “Pak saya orangnya tidak percaya diri”

Terapis menggali lebih jauh : “Saat kapan biasanya rasa tidak percaya diri itu muncul?”

Klien menjawab : “Biasanya saat disuruh tampil ke depan, berbicara di depan orang banyak”

Dalam menggali, bisa diperjelas lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendetailkan apa masalah / keluhannya dapat diketahui secara pasti dan jelas.

Terapis menanyakan tujuan klien :”lalu dengan bertemu saya disini, apa yang anda inginkan?”

Klien menjawab :”Saya ingin lebih percaya diri saat berbicara di depan orang banyak”

Terapis menanyakan indikator keberhasilan terapi : “bisa anda ceritakan gambaran di benak anda, seperti apakah diri anda yang percaya diri di depan banyak orang tersebut? Atau apa tanda0-tanda bahwa terapi ini berhasil?”

Klien menjelaskan indikator / parameter keberhasilan terapi :”saya bisa bicara dengan lugas tanpa terbata-bata, tanpa keringat dingin dan bisa menyampaikan apa isi pikiran saya secara jelas dan mangkus”

Terapis mengajukan exceptional question : “Pernahka anda memiliki pengalaman percaya diri saat berbicara di depan orang banyak dalam hidup anda? mungkin di masa-masa kuliah atau sekolah dulu?”

Seandainya klien menjawab “pernah” maka terapi dilanjutkan ke langkah berikutnya. Jika klien menjawab “belum/tidak pernah” maka terapis menanyakan kepastian yang mana justru pertanyaan tersebut makin memperdalam transderrivative klien. Pertanyaannya menjadi “Apa iya? Sekalipun tidak pernah?”

“Pernah sih pak sewaktu kuliah dulu..sudah lama sekali”

Terapis mengajak klien chunk down (mendetailkan) pengalamannya : “Waktu itu seperti apa diri anda yang percaya diri saat berbicara di depan orang banyak?”

Klien menjawab sesuai apa yang dialaminya

Terapis menanyakan internal map saat terjadinya pengalaman tersebut “Apa yang ada di pikiran anda saat itu sehingga anda mampu percaya diri saat berbicara di depan orang banyak?”

Klien menjawab (yang menjadi solusi bagi masalahnya) :”ya waktu itu saya semangat saja dan anggap semua setara dengan saya”

Terapis :”bisa anda hadirkan kembali pengalaman anda itu di benak anda saat ini dan rasakan apa yang berbeda yang terjadi dalam perasaan anda?, dan bagaimana jika rasa itu anda hadirkan dalam benak dan perasaan anda sambil membayangkan situasi ketika anda berbicara di hadapan banyak orang?”

Pertanyaan di atas adalah salah satu modifikasi agar si klien menabrakkan state yang bermasalah dengan state berisi resource terhadap solusi dengan cara future pacing terhadap situasi ke depan di kondisi yang serupa. Disini saja biasanya beban emosional klien sudah berkurang.

Terapis mengajukan miracle question yag kurang lebih seperti ini : “pada malam hari ini di saat anda tidur, saya pun tidur..di dalam kesunyian pikiran bawah sadar anda mulai merespon apa yang kita diskusikan saat ini dan terjadilah keajaiban itu.. anda secara perlahan berubah menjadi pribadi yang percaya diri, kira-kira apa yang bakal berbeda dalam hidup anda?”

Pastikan klien menjawab dengan sejelas-jelasnya seperti ini :”yang pasti saya senantiasa berdiri dengan tegap dan gagah, bicara lugas dan mungkin bisa jadi lebih lantang, memiliki semangat seperti remaja dulu saat masih kuliah..bla bla bla..”

Terapis memberikan tugas agar klien keep on the track terhadap perubahan :”nah, oleh sebab itu, bersediakah anda mengamati setiap perubahan sekecil apapun itu dalam hidup anda dari hari ke hari? Dan jika perlu anda catat dengan baik perubahan-perubahan kecil itu?”

Jika klien menjawab bersedia, maka terapi sebenarnya sudah cukup dan kita memberikan ruang bagi pikiran bawah sadar klien untuk menciptakan perubahan tersebut. Lalu apa sih yang membuat terapi singkat ngobrol-ngobrol biasa seperti ini memiliki keberhasilan tinggi? Dan malah tidak ditidurkan seperti dalam terapi hipnosis secara umumnya?

Mari kita cermati :

  1. Pikiran manusia bersifat konstruktif. Ketika klien memiliki sumber daya-nya sendiri untuk mencipatakan perubahan maka selaku client centered hypnotherapist sumber daya itulah yang harus digunakan. Ketika klien terkondisikan untuk fokus terhadap solusi tersebut, maka yakinlah, perubahan itu pasti tercapai. Demikian juga sebaliknya ketika kita senantiasa fokus pada apa yang kita takutkan maka secara pasti emosi negatif itu pun selalu hadir dan menjadi masalah psikis misal anxiety disorder atau paranoia. Dalam SFBT terapis hanya perlu mengganti fokusnya secara halus dan tanpa terkesan menggurui.
  2. Pemberian tugas adalah agar klien keep on the track, minimal selama 3 minggu agar perilaku baru tersebut terinstal secara sempurna. Jika tugas ini dijalani dengan baik oleh klien, secara menakjubkan klien akan menemukan dirinya benar-benar berubah!
  3. Hipnosis tidak harus selalu ditidurkan. Kondisi trance bisa tercipta ketika terapis mengajukan pertanyaan demi pertanyaan sedemikian rupa sehingga klien melakukan penggalian database di memori-nya, lalu semakin fokus ke dalam pengalamannya, maka itulah hipnosis. Kondisi trance yang tercipta adalah transderrivative search, yaitu trance akibat proses berfikir klien akibat dari menggali pengalamannya sendiri. Secara spontan klien masuk ke kondisi regresi usia. Anda yang menggeluti hipnosis pasti tahu kan regresi jika menggunakan tolok ukur Davis -Husband berada di skala berapa?
  4. Kemudian pertanyaan miracle question yang sesungguhnya adalah menciptakan confuseness pikiran kritis sehingga pikiran bawah sadar menangkap makna yang ingin kita sampaikan secara tersirat. Lalu pemberian tugas agar terjadi proses future pacing. Future pacing sendiri adalah salah satu fenomena deep trance. Hebatnya lagi, deep trance ini bisa kita kondisikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang memicu kapan secara spontan (sebagai anchor) future pacing terjadi.

Nah, mari beralihlah dari hipnoterapis yang pinternya hanya menidurkan menjadi hipnoterapis yang cerdas memahami bahwa fenomena trance itu sebenarnya mudah dibuat dan dikondisikan untuk kemaslahatan para klien.