Psikodrama Dalam Group Therapy

Manusia, di dalam hidupnya pasti memiliki peristiwa-peristiwa traumatik. Dan peristiwa traumatik tersebut bukan hanya berupa pengalaman buruk, namun bisa juga unfinished business berupa pengalaman menyenangkan yang memiliki bagian yang belum lengkap. Sebagai contoh seseorang pernah mengalami pengalaman berkesan saat dinyatakan lulus sebagai lulusan terbaik di akademi tempatnya menuntut ilmu. Ia sangat senang dan bahagia sekali saat itu. Namun ada satu bagian dari peristiwa tersebut yang mengharukan adalah ketika ia menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik, ia merasa ada yang kurang. ‘Kekurangan’ itu adalah ketidakhadiran kedua oraangtuanya yang telah tiada. Dalam psikodrama tersebut, pemandu harus cukup jeli menangkap moment dimana telah terjadi even traumatis dan menyelesaikannya di titik tersebut. Dan di saat itulah ‘bagian yang kurang’ tersebut dilengkapi.

Contoh lain adalah peristiwa haru seorang ibu muda yang memiliki pengalaman berkesan tatkala ayahnya mengatakan “Nak, baru kali ini ayah bisa dekat dengan anak-anakmu”, saat cucu-cucu Sang Ayah menggelayut manja di kaki-kakinya. Ia terharu mendengar ucapan ayahnya. Ia menyadari bahwa ketidakdekatan tersebut bukan karena faktor emosi melainkan benar-benar karena terkendala jarak yang jauh. Rasa haru tersebut juga disebabkan faktor-faktor lain yang berjalan di alam pikirannya mengenai banyak hal yang saling terkait yang pernah ia alami. Dalam skenario psikodrama tersebut, sang pelaku menjadi sutradaranya sehingga ia bisa menuntaskan bagian-bagian yang belum sempat terungkapkan atau yang belum sempat dilakukan. Dengan demikian unfinished business tersebut berhasil diselesaikan di tataran alam bawah sadarnya.

Apa jadinya jika unfinished business tersebut tidak diselesaikan dengan baik? Tentu saja adalah adanya hambatan yang berakibat pada perilaku. Dan ketika hambatan ini dilepaskan, individu yang bersangkutan akan merasa jauh lebih ringan dan bersemangat tinggi dalam hidupnya. Kerap kali, psikodrama bukan hanya menyelesaikan unfinished business si pelaku, melainkan juga rekan yang turut serta membantu dalam psikodrama dan rekan yang menjadi penonton. Setidaknya setiap individu mendapatkan insight penting yang mungkin pernah mengalami pengalaman serupa.

Saya mempelajari psikodrama ini di kelas Family Therapy – Virginia Satir Model yang dipandu oleh Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog dan saya berani menyimpulkan bahwa psikodrama adalah salah satu metode psikoterapi yang luar biasa. Ada satu momen psikodrama yang dimainkan oleh salah satu rekan peserta yang justru efeknya saya rasakan berhasil memicu pengalaman traumatik saya keluar. Saya mengalami abreaksi / katarsis hingga membuat sekujur tubuh saya kataleptik (mengeras). Pengalaman traumatik itu sendiri akhirnya berhasil di-release dengan bantuan Kang Asep ((Drs Asep Haerul Gani, Psi) dan DR. Iwan D Gunawan.

Setelah mempertimbangkan cukup lama, saya menuliskan pengalaman ini dan berkeinginan untuk berbagi kepada siapa pun yang memerlukan psikoterapi seperti ini. Siapa saja yang perlu? Individu mana pun pasti memiliki ‘bagian yang hilang’ dalam hidupnya. Setiap orang pasti memiliki pengalaman traumatis yang bukan berarti peristiwa buruk. Kita dapat menemukannya melalui indikasi kehidupan yang hambar, demotivasi atau tidak produktif dalam salah satu atau lebih aspek kehidupan. Family therapy bukan hanya untuk membenahi individu, melainkan juga pasangan suami – istri dan orang tua – anak atau sebaliknya. Family therapy juga memuat unsur-unsur hypno-parenting melalui aplikasi terapi :

  • Komunikasi (mimik, suara, gestur dan postur)
  • Aturan (meme yang berlaku, aturan keluarga, cara membuat aturan)
  • Self worth (harga diri, yang kerap menjadi pemicu miskomunikasi)
  • Shadow (unsur-unsur visual, auditori, kinestetik, olfactory dan gustatory yang memicu suatu kenangan tertentu dan berefek ke perilaku)
  • Sculpture
  • Psikodrama
  • Non Violence Communication
  • Psikologi transpersonal
  • Dll

Family therapy dapat diselenggarakan dalam waktu dua hari dengan durasi 2 kali 12 jam (2 hari pelatihan) berupa group therapy (terapi kelompok). Jika anda berminat silakan hubungi kami melalui email ke hujairin@nusantarahypnosis.com . Anda pun bebas memilih trainer yang anda percaya untuk memandu pelatihan ini (Drs. Asep Haerul Gani, DR. Iwan D Gunawan atau saya sendiri Muhammad Hujairin).

 

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s