Jangan coba-coba datang ke Hipnoterapis…

Hipnoterapi adalah jenis terapi mental, pikiran dan emosi serta perilaku yang dilakukan dalam keadaan hipnotis. Artinya, terapi ini mutlak menggunakan keadaan trance yang diinduksikan agar maksud dari terapi tersebut dapat tercapai. Untuk masuk ke dalam keadaan trance tersebut maka sangat diperlukan kerjasama dan saling kepercayaan antara klien dan hipnoterapis. Tanpa kerjasama dan saling percaya maka maksud dan tujuan terapi tidak akan tercapai sehingga akan membuang-buang waktu dan tenaga antara kedua belah pihak.

Saya sangat menekankan sekali adanya kerjasama. Demikian pula hipnoterapis lain pasti akan sangat menekankan adanya kerjasama antara kedua belah pihak ini. Hipnoterapi bukanlah pertarungan mental. Bukan berarti anda yang tidak dapat masuk dalam keadaan hipnotis maka berarti anda hebat atau mental anda kuat. Justru sebaliknya. Kenapa? Sebab, secara normal seharusnya semua manusia normal dapat masuk kedalam kondisi/keadaan hipnotis, kecuali; orang-orang yang mentalnya kurang atau tidak memiliki kecerdasan yang cukup (moron, imbecile, idiot dsb), orang yang memang dalam keadaan koma/hampir mati, serta orang-orang yang kurang memiliki kecakapan komunikasi atau dengan kata lain kemampuan verbal-nya kurang.

Hipnotis pun sama sekali bukan pertarungan mental, melainkan kerjasama. Sejauh ini, saya sering mendapati orang yang merasa tidak bisa dihipnotis atau orang yang merasa tidak ada yang mampu menghipnotisnya. Dan tentu saja orang-orang ini tentu tidak akan dapat dihipnotis karena memang seperti itulah, jika anda tidak menginginkan/tidak mengizinkan dihipnotis maka siapa pun juga tidak akan dapat menghipnotis anda. Itu sudah rumusnya seperti itu. Sebab hipnotis memerlukan kerjasama antara penghipnotis dengan orang yang dihipnotis. Lain halnya dengan gendam dimana tanpa persetujuan anda pun anda dapat kena gendam. Jadi anda perlu berhati-hati terhadap kejahatan gendam!

Nah kembali lagi soal hipnoterapi tadi, anda tentu tidak dapat memaksa atau memotivasi orang lain untuk dihipnoterapi terhadap masalah yang sedang dihadapinya. Mengapa? Karena belum tentu orang yang bermasalah tersebut setuju masalahnya diselesaikan dengan cara hipnoterapi. Setiap individu unik. Dan banyak di antara kita yang telah memiliki kecakapan untuk mengelola emosinya dengan baik. Kecuali untuk beberapa kasus phobia yang sama sekali tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan orang lain. Kemudian, selain ketidaksetujuan, bisa jadi malah orang yang tersebut malah merasa nyaman dengan masalahnya dan tidak ingin segera diselesaikan.

Baru-baru ini saya terpaksa menolak calon klien yang datang bersama kedua orangtuanya. Keluhan yang dihadapi adalah krisis percaya diri. Si calon klien tersebut, sebut saja si A sebenarnya tidak berminat bahkan tidak tahu untuk apa dia diajak ke hipnoterapi. Ibunya-lah yang pernah melihat praktek hipnoterapi yang mengajak / dengan sedikit memaksa sesuai pendapat bahwa orang tua tahu apa yang terbaik bagi anaknya. Sedangkan bapaknya keberatan anaknya dibawa ke hipnoterapi, bahkan dengan sedikit apriori. Saya memutuskan untuk tegas bertanya, siapa yang mau dihipnoterapi dan atas prakarsa/motivasi siapa datang ke hipnoterapis? Kemudian saya tegaskan pernyataan, jika anak yang hendak dihipnoterapi datang bukan atas motivasinya sendiri lebih baik pulang karena nanti akan buang-buang waktu dan tenaga kita saja. Akhirnya mereka pun pulang.

Dalam tulisan ini, kita dapat menarik benang merah sebagai berikut :

  • Hipnoterapi memerlukan kerjasama dan saling percaya antara kedua belah pihak. Jika anda apriori terhadap hipnoterapi atau terhadap hipnoterapisnya maka lebih baik jangan datang ke tempat praktek hipnoterapis tersebut. Hipnoterapis yang cakap pasti akan menolak klien yang apriori.
  • Pada permasalahan anak yang sudah cukup umur, biarkan anak yang memutuskan apakah dia bersedia dihipnoterapi atau tidak. Jika tidak jangan dipaksa. Meskipun kita selaku orangtua namun anak memiliki hak untuk menentukan hidupnya sendiri, apalagi yang diotak-atik adalah kondisi emosi dan kejiwaan si anak. Kalaupun anak tidak bersedia cukuplah orangtua berdoa bagi kebaikan diri si anak.
  • Hipnoterapi bukanlah ajang coba-coba dan bukan pula praktek pertarungan mental. Hipnoterapis yang baik hanya bersedia melakukan hipnoterapi pada orang yang bersedia dan mau bekerjasama dalam langkah-demi langkah terapi, yang biasanya dijelaskan pada saat pre-talk/wawancara.
  • Melalui ketiga kesimpulan di atas, maka anda hanya datang ke tempat praktek hipnoterapi jika anda bermasalah, ingin diselesaikan atas kemauan anda sendiri dan anda percaya serta bersedia bekerjasama dengan hipnoterapis dalam menyelesaikan masalah anda. Itulah sebabnya saya menuliskan judul “jangan coba-coba datang ke hipnoterapis”.

Semoga bermanfaat.