Apakah Insomnia ?

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV), insomnia didefiniskan sebagai kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, merasa tidak fresh pada waktu bangun pagi dan mengalami kualitas tidur yang buruk. Setelah Anda mengetahui definisi insomnia, anda dapat menilai sendiri apakah anda menderita insomnia atau tidak. Agar anda lebih memahaminya, disini akan saya jelaskan lebih jauh apa itu insomnia. Sebagai catatan, apa yang saya uraikan disini adalah insomnia karena faktor psikologis.

Gejala Insomnia

Beberapa gejala dimana seseorang dapat didiagnosis sedang menderita insomnia karena faktor psikologis, yaitu:

1.    Kesulitan untuk memulai, mempertahankan tidur, dan tidak dapat memperbaiki tidur selama sekurangnya satu bulan merupakan keluahan yang paling banyak terjadi.
2.    Insomnia ini menyebabkan penderita menjadi stres sehingga dapat mengganggu fungsi sosial, pekerjaan atau area fungsi penting yang lain.
3.     Insomnia karena faktor psikologis ini bukan termasuk narkolepsi, gangguan tidur yang berhubungan dengan pernafasan, gangguan ritme sirkadian atau parasomnia.
4.     Insomnia karena faktor psikologis tidak terjadi karena gangguan mental lain seperti gangguan depresi, delirium.
5.     Insomnia karena faktor psikologis tidak terjadi karena efek fisiologis yang langsung dari suatu zat seperti penyalahgunaan obat atau kondisi medis yang umum.

Dengan adanya gejela-gejala tersebut di atas, maka insomnia karena faktor psikologis dapat mengganggu berbagai fungsi sosial.

Penyebab Insomnia.

International Classification of Sleep Disorder-Revised (ICSD-R), mengatakan bahwa penyebab terjadinya insomnia adalah masalah-masalah psikologis, seperti mengalami stress, kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, depresi disebabkan factor tekanan pekerjaan, trauma karena mengalami bencana, mengalami kekerasan atau KDRT, mengalami pengalaman traumatis, dll. Insomnia dapat menjadi kronis jika tidak segera ditangani. Bagaimana siklus terjadinya insomnia pada tingkat yang kronis?

Dampak Insomnia
Insomnia dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan, yaitu:

1. Depresi
2. Kesulitan untuk berkonsentrasi
3. Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu
4. prestasi kerja atau belajar mengalami penurunan
5. Mengalami kelelahan di siang hari
6. Hubungan interpersonal dengan orang lain menjadi buruk
7. Meningkatkan risiko kematian
8. Menyebabkan kecelakaan karena mengalami kelelahan yang berlebihan
9. Memunculkan berbagai penyakit fisik

Oleh karena itu, jangan sekali-kali menganggap remeh dampak insomnia, karena bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius dan membahayakan kesehatan dan keselamatan. Dengan demikian, setiap penderita insomnia perlu mencari jalan keluar yang tepat.


Solusi Mengatasi Insomnia

Insomnia yang terjadi karena faktor psikologis lebih baik diobati dengan menggunakan hipnoterapi  karena penyebabnya adalah faktor-faktor psikologis. Penting bagi penderita insomnia untuk secara terbuka mengatakan pada hipnoterapis tentang awal mula klien tidak dapat tidur sebagai masukan awal.

Mengapa pada hipnoterapis ? Hipnoterapis adalah bentuk terapi tanpa menggunakan invasi obat-obatan sehingga tidak memiliki efek samping. Dan tidak kalah pentingnya, dalam hipnoterapi penderita akan dibantu untuk mengetahui dan memahami akar penyebab insomnia kemudian melepaskan semua emosi  negatif yang berkaitan dengan masalah insomnia tersebut. Setelah emosi negatif tersebut dilepas, maka secara otomatis klien akan mendapatkan kembali kualitas tidur yang baik.

About hujairin

subconscious explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s