Antara Dilator dan Hipnoterapi, Cara Mengatasi Vaginismus

Kita semua sepakat bahwa sex merupakan hal yang menyenangkan bagi umat manusia berpasangan jenis untuk dinikmati dan tentu saja dalam batas koridor moral pernikahan. Allah SWT mengharamkan perzinahan dan menghalalkan pernikahan agar proses regenerasi manusia tetap terjaga kesuciannya. Namun di sisi lain ternyata banyak sekali manusia yang mengalami hambatan dalam menikmati ‘surga dunia’ ini sehingga berkah alam yang luar biasa ini seakan bukan bagian dari kehidupannya. Hambatan dalam menikmati seksualitas dialami baik oleh pria maupun wanita, yang disebabkan oleh masalah fisik maupun psikis.

Anda mungkin sudah banyak mengetahui bahwa pada pria dapat mengalami disfungsi ereksi, anorgasme, gangguan libido (kurang hasrat) dan gangguan ejakulasi. Sedangkan pada wanita setidaknya ada 6 jenis masalah seksual yang mungkin terjadi antara lain ; anorgasmia, frigiditas, disparunia, menopause, sakit setelah melahirkan (masa nifas) dan vaginismus. Selain itu secara psikis juga keduanya dapat mengalami disorientasi seksual yang lebih dominan akibat masalah mental.

Vaginismus merupakan suatu kondisi dimana tekanan psikologis mewujudkan bentuknya dalam respon fisik yang sangat kuat. Ketika penetrasi akan dilakukan pada vagina, otot-otot akan mengalami pengejangan secara tiba-tiba sehingga penis tidak dapat dimasukkan. Ada beberapa kemungkinan penyebab vaginismus antara lain
suatu kenyataan yang dialami oleh wanita bahwa tanpa penetrasi penis pun ia masih dapat mencapai orgasme. Namun alas an yang paling sering adalah adanya ketakutan terhadap penetrasi, dan tidak antusiasnya wanita pada hubungan seks.

Vaginismus merupakan hal yang wajar dalam kehidupan secara umum bagi beberapa wanita terutama bagi mereka yang baru mengenal seksualitas dan sebagai bagian dari proses kehidupan dewasa mereka. Hal ini tak perlu dipungkiri mengingat setiap pengalaman pertama pasti mendapat respon psikis berbeda pada tiap orang yang tentunya tidak selalu menyenangkan. Namun selain itu pada kasus tertentu hal ini bisa terjadi karena si wanita pernah mengalami trauma tertentu di masa lalu.

Vaginismus mengurangi kualitas kehidupan seksual seorang wanita. Bagi si pria, tentu hal ini akan menjadi kerugian dan dapat menganggu kehidupan rumah tangga kecuali bila segera ditangani secara dini.

Ditinjau dari sudut pandang hipnoterapi ada 3 kategori penyebab umum vaginismus.


1.     Nasehat yang tidak benar tentang seks semasa kecil (miseducation tentang sex).
Maksud baik orang tua dan guru-guru ataupun figur otoritas kita semasa kecil adalah baik, yaitu dengan maksud agar kita tidak terjerumus kepada pergaulan bebas (free sex) yang pada akhirnya justru akan merugikan kehidupan kita. Namun seringkali sikap over protective dan cara penerangan yang tidak tepat sehingga menimbulkan persepsi negatif tentang seks. Nasihat berulang (repetisi) dari figur otoritas akan tertanam kuat di dalam benak bawah sadar manusia apalagi jika itu tertanam lama semenjak masa kanak-kanak. Meskipun setelah dewasa telah banyak mendapatkan pemahaman baru dan pengetahuan yang benar tentang seks (sex education) tetapi memori / program lama yang telah terlanjur terinstal di benak alam bawah sadar ini tidak mudah dihapus begitu saja.

Beberapa anggapan / pendapat di bawah ini mungkin jadi masih melekat kuat tersimpan di bawah sadar manusia sehingga menganggu aktifitas seksualnya :

  • Seks adalah hal yang negatif dan harus dijauhi.
  • Seks itu menyakitkan.
  • Pendidikan seks adalah tabu sehingga membuat Anda merasa bersalah ketika Anda merasakan gairah seksual atau dengan kata lain anda tidak nyaman terhadap segala sesuatu berbau seks.
  • Pubertas adalah sesuatu yang kotor dan memalukan
  • Dan berbagai pendapat lainnya yang membuat Anda takut terhadap seks.2.     Adanya trauma dari masa lalu.

    Trauma yang saya maksudkan disini seperti pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual, pemerkosaan dan pelecehan sehingga kesan traumatis di benak bawah sadar si wanita sedemikian kuatnya dan mempengaruhi kualitasnya dalam melakukan hubungan seksual.

    3. Adanya masalah dalam hubungan dengan pasangan
    Masih terdapatnya masalah yang belum terselesaikan antara Anda dan pasangan Anda juga bisa memberikan pengaruh terhadap kemungkinan terjadinya vagisnimus. Sebaiknya selesaikan semua masalah terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual.

    Cara Mengatasi Vaginismus.


    Vagisnimus adalah kondisi yang bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Ada dua tahapan wajib yang harus dilalui oleh seorang wanita untuk mengatasi vaginismus yaitu :

  1. Konsultasi kepada dokter. Hal ini penting untuk mengetahui penyebab spesifik yang mungkin akibat fisik, misal ketidakmampuan sepertiga otot bagian depan vagina untuk menerima rangsangan seksual, selaput dara (hymen) yang tebal sehingga sulit ditembus atau masalah dengan hormon. Hal-hal yang berkaitan dengan fisik/medis sebaiknya diselesaikan secara medis terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan. Sangat dianjurkan sekali berkonsultasi kepada dokter ahli (seksolog) untuk masalah ini. Salah satu terapi yang dilakukan dokter adalah penggunaan vaginal dilator set yang bertujuan untuk merilekskan otot-otot vagina dan agar vagina mampu menyesuaikan rongganya untuk menerima penetrasi. Diameter dilator ini beragam mulai dari ukuran kecil hingga seukuran penis. Fungsi dilator berbeda dengan vibrator. Dilator benar-benar dibuat untuk tujuan terapi vaginismus ataupun penyempitan rongga vagina sedangkan vibrator adalah salah satu jenis sex toys yang hanya boleh dilakukan oleh wanita yang sudah cukup berpengalaman dalam aktifitas seksual.

  2. Hipnoterapi. Hipnoterapi dapat menjadi alternatif penyokong untuk mengatasi masalah vaginismus jika penyebab utamanya adalah fisik dan minim sekali sebab psikis. Namun jika penyebab vaginismus adalah masalah yang bersifat psikis/mental maka hipnoterapi merupakan pengobatan utama yang dapat dijalani. Ada 4 (empat) tahapan utama yang akan dilakukan oleh hipnoterapis dalam membantu klien menyembuhkan vaginismus, yaitu :
    1. Mempelajari dan menentukan penyebab psikis secara spesifik yang mengakibatkan vaginismus, apakah karena kesalahan persepsi tentang seks yang tertanam di benak bawah sadar, kejadian traumatis, ataupun masalah di antara pasangan. Jika sebabnya adalah kejadian traumatis maka hipnoterapis akan menggali ISE (initial sensitizing event) dan melepasnya. Untuk kedua penyebab yang lain dapat dibenahi dengan mengedukasi ulang pikiran bawah sadar klien dan menuntun klien untuk menyelesaikan permasalahannya.
    2. Menghilangkan kesan sakit dan takut klien akibat pengalaman pertama dengan pasangan agar kejadian tersebut tidak menjadi beban di kemudian hari. Teknik yang digunakan dapat menggunakan teknik layar mental dan atau hypno-EFT setidaknya sampai klien dan terapis yakin bahwa kejadian tersebut tidak akan menghantui kehidupan klien di masa yang akan datang.
    3. Melatih rileksasi dan imajinasi klien agar dapat selaras dengan harapannya dalam hal seksual. Seringkali vaginismus disebabkan karena klien tidak mampu rileks sehingga tidak nyaman dalam menerima rangsangan seksual. Banyak cara untuk melatih rileksasi ini antara lain dengan melatih pernafasan dan pengamatan pikiran. Semakin rileks dan imajinatif pikiran klien maka hipnotisability dan suggestibilitasnya juga maka akan ikut tinggi sehingga sugesti yang akan diberikan nantinya akan tertanam dengan kuat.
    4. Menanamkan imprint dan edukasi ulang pikiran bawah sadar sebagai pemasti bahwa seks adalah sesuatu yang wajar, natural dan perlu dilakukan secara moral dan bertanggungjawab. Lalu menutup kasus tersebut agar tidak menjadi beban bagi kedua pasangan di kemudian hari.

    Bagaimana cara mengatasi vaginismus secara mandiri?

    -    Pahami tubuh anda secara lebih baik dan lebih dekat. Gunakan perasaan anda, bukan sekedar bereksplorasi namun ciptakan kenyamanan terhadap diri sendiri.

    -    Tetap rileks ketika akan dilakukan penetrasi. Untuk membiasakan diri rileks atau melatih rileksasi dapat lakukan dengan cara mandi air hangat secara perlahan menikmati waktu anda, mendengarkan musik lembut, dan berlatih teknik pernafasan.

    -    Berlatih senam kegel agar otot-otot kewanitaan Anda menjadi lebih dapat terkontrol.

    -    Ketika sedang dalam keadaan santai, ada baiknya mencoba melakukan penetrasi sendiri dengan ujung jari Anda atau bantuan benda seperti cotton bud. Mulailah dengan sentuhan terlebih dahulu dan merangsang organ seksual anda sehingga betul-betul merasa siap dan ‘panas’. Jika belum, jangan paksakan diri melakukan penetrasi.

    Setelah terbiasa, tingkatkan dengan mencoba dengan jari pasangan Anda. Yang perlu anda pahami bahwa apa yang anda lakukan bukanlah dosa atau pun tabu, namun lebih bersifat terapi diri.

    Apa yang dapat anda lakukan bersama pasangan.


    Mengatasi vaginismus bukan hanya melibatkan wanita saja — pasangan seks si wanita (suami) juga harus benar-benar ikut dalam terapi seks ini karena mereka juga ikut menderita karena gangguan yang dialami oleh pasangannya. Tidak mengherankan, beberapa suami mengalami masalah-masalah ereksi karena mereka khawatir akan melukai istri-istri mereka dengan persetubuhan itu atau karena usaha-usaha persetubuhan yang telah gagal berulang kali.
    Itulah sebabnya mengapa banyak ahli terapi yang ingin melibatkan kedua pasangan dalam sebuah terapi seks — dan mengapa kesabaran, sikap yang bijak dan kelembutan (dari kedua belah pihak) begitu penting.

    Beberapa trik ini penting untuk dilakukan :

  • Lakukan sentuhan seperti menggenggam tangan, pelukan, rangkulan hingga ciuman dengan melibatkan perasaan kasih sayang meskipun tak harus selalu diakhiri dengan penetrasi.
  • Apapun keadaan pasangan baik suami maupun istri harus diterima apa adanya, jangan pernah membandingkan dengan orang lain sehingga menyebabkan ketidaknyamanan pasangan.
  • Sadari bahwa seks antara suami istri adalah ibadah yang diridhoi Tuhan sebab halal dan mencegah diri dari melakukan kemaksiatan.
  • Usahakan dalam kegiatan beribadah / ritual agama selalu bersama, demikian pula saat makan dan tidur. Kenali pasangan anda sebagai pasangan jiwa, bukan sekedar partner seks semata.